Fakta-Fakta Rencana Pembangunan Kampung Haji RI di Makkah
Presiden Prabowo Subianto mengatakan akan membangun kampung haji di Makkah, Arab Saudi. Kampung ini nantinya dikhususkan bagi warga Indonesia yang menunaikan ibadah ke Tanah Suci.
Rencana pembangunan ini, kata Prabowo, sudah disetujui oleh pemerintahan Arab Saudi. Indonesia tinggal eksekusi proses pembangunan di sana.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Indonesia pertama kali kita mendapat kehormatan mendapat hak untuk kita bisa memiliki lahan di Kota Suci di Mekah. Kita akan membangun Kampung Haji di Mekah untuk jemaah haji dan mereka yang melaksanakan umrah," kata Prabowo saat siaran langsung via kanal YouTube TVNU pada Minggu (8/2).
Berikut ini fakta-fakta rencana pembangunan kampung haji di Makkah:
Pembangunan Dipimpin Danantara
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) akan memimpin proyek pembangunan kawasan Kampung Haji di Arab Saudi tersebut.
"Karena ini bisa bersifat komersial juga nanti ini bisa kita lihat kombinasinya, tetapi kita Danantara yang akan me-lead ini," ujar CEO BPI Danantara Rosan Perkasa Roeslani di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (30/7).
Luas Lahan Direncanakan 5 Ha
Rosan mengatakan, pihaknya berencana untuk mengakuisisi satu hotel dengan total 4.641 kamar serta lahan seluas lima hektare untuk pengembangan Proyek Kampung Haji ini.
Menurutnya, rencana pembelian tersebut merupakan tahap awal pengembangan kawasan terintegrasi bagi jemaah haji dan umrah Indonesia.
"Yang kita lakukan pembelian itu adalah satu hotel terdiri dari 4.641 kamar, lalu lahan total 5 hektare yang akan dibangun 13 tower," ujar Rosan dalam konferensi pers Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2).
Danantara Siapkan Anggaran Rp13 T
Danantara menyiapkan anggaran hingga US$800 juta atau sekitar Rp13,34 triliun (asumsi kurs Rp16.700 per dolar AS) untuk membangun 13 tower hotel serta mal di Kampung Haji tersebut.
"Untuk rencana kita membangun 13 tower dan mal itu, kurang lebih ini baru tentatif, angkanya kurang lebih US$700 juta-US$800 juta untuk 13 tower plus satu mal. Rencananya seperti itu," kara Rosan di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (17/12).
Jarak Kampung Haji 600 meter dari Masjid Haram
Rosan menyebutkan lokasi kampung haji yang akan dibangun pemerintah tak jauh dari Masjid Haram, jaraknya sekitar 600 meter saja. Tujuannya untuk mempermudah jamaah haji yang tengah beribadah di Tanah Suci.
Rencana lokasi ini sebagai tindak lanjut akuisisi Novotel dan aset perumahan di kawasan Thakher, 2,5 kilometer dari Masjidil Haram.
"Next-nya yang akan kita lakukan pembelian lahan kurang lebih jaraknya adalah 600 meter dari Masjidil Haram," ujar Rosan pada acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2).
Hotel di Kampung Haji Bakal Dikelola BUMN
Danantara sebagai pemimpin pembangunan proyek kampung haji memastikan pengelolaan nantinya akan dilakukan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Holding BUMN aviasi dan pariwisata, InJourney, akan ditunjuk menjadi untuk mengoperasikan hotel-hotel milik pemerintah di Makkah.
"Ya (dikelola BUMN), kan kita ada InJourney. Nanti kita ada InJourney yang akan mengoperasikan sama-sama hotel ini," kata Rosan di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (17/12).
Ditargetkan Beroperasi 2027
Menteri Haji dan Umrah M. Irfan Yusuf alias Gus Irfan menargetkan hotel milik Indonesia di Makkah ini nantinya bisa digunakan pada musim Haji 2027.
"Kemungkinan 2027 baru bisa," kata Gus Irfan di Hambalang, Kabupaten Bogor, Selasa (6/1).
(ldy/rti)[Gambas:Video CNN]
