IHSG Berpeluang Cerah Usai Libur Panjang Imlek

CNN Indonesia
Rabu, 18 Feb 2026 06:40 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi menguat pada perdagangan Rabu (18/2).
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi menguat pada perdagangan Rabu (18/2). Ilustrasi. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia --

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi menguat pada perdagangan Rabu (18/2).

Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan menuju kisaran 8.377-8.440. Namun, investor tetap perlu mewaspadai potensi koreksi lanjutan ke area 8.098-8.155.

"IHSG berpotensi melanjutkan penguatan sebagai bagian dari wave (c) dari wave [x], namun tetap ada risiko koreksi lanjutan." ujar Herditya dalam riset hariannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan sentimen tersebut, Herditya memproyeksikan IHSG bergerak di rentang support 7.863, 7.712 dan resistance 8.354, 8.517 hari ini. Ia pun merekomendasikan sejumlah saham, yakni INDY, ISAT, MAPI, dan UNTR.

Sementara, Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova melihat indeks saham masih terkoreksi, namun tetap bertahan di atas support 8.071. Jika level ini ditembus, IHSG berpotensi turun ke 7.800-7.900, sedangkan penguatan ke atas 8.377 terbuka jika mampu bertahan.

"Selama IHSG di atas 8.071, peluang penguatan masih ada, tetapi jika ditembus, koreksi lanjutan bisa terjadi," ujar Ivan.

Dia pun memprediksi IHSG bergerak di level support 8.071, 7.803, 7.617, dan 7.362, dan resistance 8.377, 8.596, dan 8.837 hari ini. Ivan pun merekomendasikan sejumlah saham, yakni PGEO, PTBA, TLKM, UNTR, dan UNVR.

IHSG ditutup di level 8.212 pada perdagangan Jumat (13/2) sore. Indeks saham melemah 53,08 poin atau minus 0,64 persen dari perdagangan sebelumnya.

Mengutip RTI Infokom, investor melakukan transaksi sebesar Rp23,30 triliun dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 49,36 miliar saham.

Pada penutupan pekan lalu, 267 saham menguat, 408 terkoreksi, dan 148 stagnan.

[Gambas:Video CNN]

Catatan Redaksi: Berita ini tidak dibuat untuk merekomendasikan atau tidak merekomendasikan saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.

(del/sfr)