Pelita Air Buka Suara soal Pesawat Kargo BBM Jatuh di Krayan Kaltara
PT Pelita Air Service (Pelita Air) buka suara soal armada pesawat charter pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dilaporkan jatuh di kawasan perbukitan Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara pada Kamis (19/2).
"Sehubungan dengan perkembangan informasi mengenai salah satu armada charter Pelita Air, saat ini disampaikan bahwa proses investigasi dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait sedang berlangsung," ujar Corporate Secretary Pelita Air Service Patria Rhamadonna dalam keterangan resmi.
Patria menerangkan bahwa penerbangan tersebut merupakan layanan kargo pengangkut bahan bakar yang diawaki oleh satu orang pilot, tanpa awak kabin maupun penumpang. Adapun jenis pesawat yang digunakan yaitu Air Tractor AT-802 dengan registrasi PK-PAA.
Pesawat tersebut, sambung Patria, merupakan armada khusus yang melayani misi pengantaran BBM Satu Harga ke wilayah perbatasan.
"Pada saat pemantauan terakhir, pesawat baru saja menyelesaikan misi distribusi ke Long Bawan dan sedang dalam rute kembali menuju Bandara Juwata, Tarakan," ujar Patria.
Mengutip Detik, asap tebal muncul dari arah perbukitan yang menjadi jalur penerbangan pesawat tersebut.
Diketahui, pesawat tersebut baru saja selesai mengantarkan pasokan BBM di Bandara Yuvai Semaring di tengah cuaca berawan dan gelap di Krayan.
Seorang saksi mata di lokasi, Aboy, menceritakan detik-detik saat melihat pesawat tersebut kehilangan kendali. Menurutnya, pesawat sempat terlihat oleng sebelum akhirnya jatuh.
"Saya mata yang melihat pesawat jatuh. Pesawat itu terbang dan mau belok ke sebelah kiri. Yang saya lihat, salah satu bagian dari pesawat ada yang terlepas (terbang), kemudian disusul dengan pesawat yang oleng," ujar Aboy.
Saat menyentuh tanah, sambung Aboy, tidak langsung terlihat adanya kobaran api. Namun, berselang beberapa menit, asap hitam pekat mulai muncul dari titik jatuhnya pesawat.
"Setelah jatuh belum ada tanda ledakan api maupun asap, namun setelah beberapa menit disusul dengan asap hitam," lanjutnya.
Sang pilot dilaporkan selamat dari maut setelah berhasil meloloskan diri menggunakan parasut sesaat sebelum pesawat menghantam darat.
Informasi disampaikan oleh Dawat Butal, seorang warga yang terhubung dengan penduduk Desa Pa' Betung yang berada di sekitar area kejadian.
Saat ini, pilot tersebut telah ditemukan dan dievakuasi oleh warga setempat.
"Pilotnya sudah ketemu warga Pa' Betung. Jadi pilotnya yang cerita bahwa dia terjun payung. Selamat pilotnya, sudah diamankan warga Pa' Betung," ujar Dawat melalui pesan tertulis kepada detikKalimantan.
(sfr)