Thomas Djiwandono Pastikan Likuiditas Perbankan Tetap Kuat

CNN Indonesia
Jumat, 20 Feb 2026 11:32 WIB
Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Thomas Djiwandono memastikan ketahanan likuiditas dan permodalan industri perbankan nasional tetap dalam kondisi kuat. (ANTARA FOTO/DIKIR).
Jakarta, CNN Indonesia --

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Thomas Djiwandono memastikan ketahanan likuiditas dan permodalan industri perbankan nasional tetap dalam kondisi kuat.

Hal itu disampaikan Thomas di tengah dinamika tekanan eksternal yang masih membayangi perekonomian global.

Thomas mengatakan bank sentral telah melakukan uji ketahanan likuiditas (liquidity stress test) untuk mengukur kemampuan perbankan menghadapi berbagai skenario tekanan.

Hasilnya, sektor perbankan dinilai tetap solid dalam menghadapi potensi gejolak eksternal.

"Sebagaimana dinyatakan Pak Gubernur tadi, ketahanan likuiditas dan permodalan perbankan tetap kuat, di mana liquidity stress test telah dilakukan, hasilnya ketahanan perbankan terhadap skenario tekanan eksternal," ujar Thomas dalam Konferensi Pers Hasil RDG, Kamis (19/2).

Thomas menambahkan penguatan sektor keuangan juga didukung sinergi kebijakan antara otoritas moneter dan pemerintah. Selain kebijakan yang telah dipaparkan sebelumnya, koordinasi lintas lembaga kini terus diperkuat.

Menurut Thomas, BI tengah menyiapkan koordinasi lanjutan dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Keuangan, Danantara, serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Langkah ini dilakukan untuk membangun narasi terpadu terkait prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Saat ini kami sedang mempersiapkan koordinasi lebih lanjut dengan Kemenko Perekonomian, Kemenkeu, Danantara, OJK ke depannya untuk membangun sebuah narasi terpadu mengenai pertumbuhan ekonomi tadi yang bisa dikhususkan terhadap investor maupun credit rating agency yang datang di kemudian hari," jelasnya.

Penguatan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) terus ditempuh Bank Indonesia untuk turut mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi.

Implementasi KLM yang diperkuat sejak 16 Desember 2025 diarahkan untuk mendorong penyaluran kredit/pembiayaan perbankan kepada sektor tertentu yang ditetapkan (lending channel).

Insentif KLM yang diperoleh bank pada minggu pertama Februari 2026 adalah sebesar Rp427,5 triliun dengan alokasi pada lending channel sebesar Rp357,9 triliun serta interest rate channel sebesar Rp69,6 triliun.

Berdasarkan kelompok bank, KLM disalurkan masing-masing kepada bank BUMN sebesar Rp207,1 triliun, BUSN sebesar Rp184,8 triliun, BPD sebesar Rp28,5 triliun, dan KCBA sebesar Rp7,1 triliun.

Secara sektoral, KLM telah disalurkan kepada sektor-sektor prioritas, mencakup sektor Pertanian, Industri, dan Hilirisasi, sektor Jasa termasuk Ekonomi Kreatif, sektor Konstruksi, Real Estate, dan Perumahan, serta sektor UMKM, Koperasi, Inklusi, dan Berkelanjutan.

(ldy/sfr)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK