IHSG Diramal Hijau Jelang Akhir Pekan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi menguat pada perdagangan Jumat (20/2).
Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan IHSG berpeluang melanjutkan penguatan pada hari ini jika mampu bertahan di atas level 8.170.
Dalam skenario terbaik, ia memperkirakan indeks naik menuju kisaran 8.440-8.503 sebagai bagian dari fase penguatan berikutnya. Namun, investor tetap perlu mewaspadai potensi koreksi jangka pendek ke area 8.059-8.119.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan jika mampu bertahan di atas 8.170, tetapi tetap ada potensi koreksi ke kisaran 8.059-8.119," ujar Herditya dalam riset hariannya.
Lihat Juga : |
Dengan sentimen tersebut, Herditya memproyeksikan IHSG bergerak di rentang support 8.170, 8.025 dan resistance 8.408, 8.596 hari ini. Ia pun merekomendasikan sejumlah saham, yakni AMMN, CMRY, TINS, dan TKIM.
Senada, Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova melihat indeks saham tertahan di garis rata-rata pergerakan 20 hari (SMA-20) dan level resistensi 8.377 pada perdagangan kemarin, sehingga berpotensi mengalami koreksi lebih dulu sebelum kembali melanjutkan tren kenaikan hari ini.
Meski begitu, kata dia, peluang penguatan masih terbuka selama indeks tidak turun di bawah level 8.071.
"IHSG berpotensi terkoreksi setelah tertahan di SMA-20 dan level 8.377, namun tren penguatan masih terjaga selama tidak turun di bawah 8.071," ujar Ivan.
Dia pun memprediksi IHSG bergerak di level support 8.071, 7.809, 7.617, dan 7.362, dan resistance 8.377, 8.596, dan 8.837 hari ini. Ivan pun merekomendasikan sejumlah saham, yakni AADI, AMRT, BBRI, GOTO, dan ICBP.
IHSG ditutup di level 8.274 pada perdagangan Kamis (19/2) sore. Indeks saham melemah 36,14 poin atau minus 0,43 persen dari perdagangan sebelumnya.
Mengutip RTI Infokom, investor melakukan transaksi sebesar Rp26,23 triliun dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 53,30 miliar saham.
Pada penutupan kemarin, 326 saham menguat, 366 terkoreksi, dan 127 stagnan.
Catatan Redaksi: Berita ini tidak dibuat untuk merekomendasikan atau tidak merekomendasikan saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.
(del/pta)