Kronologi Jatuhnya Pesawat Kargo BBM di Kaltara versi Pelita Air
PT Pelita Air Service memberikan kronologi resmi terkait jatuhnya pesawat charter Air Tractor AT-802 dengan registrasi PK-PAA. Armada ini mengalami kecelakaan saat menjalankan misi distribusi BBM Satu Harga di Kalimantan Utara (Kaltara) pada Kamis (19/2).
Pesawat tersebut awalnya lepas landas dari Bandara Juwata Tarakan menuju Long Bawan pukul 10.22 WITA dengan muatan penuh. Penerbangan pertama ini berjalan lancar hingga pesawat mendarat di tujuan pada pukul 11.24 WITA.
Setelah proses bongkar muat selesai, pesawat bersiap kembali ke Tarakan dalam kondisi tanpa muatan pada pukul 12.10 WITA. Namun, kantor pusat di Jakarta menerima informasi awal mengenai dugaan jatuhnya pesawat pada pukul 12.30 WITA.
"Menindaklanjuti informasi tersebut, perusahaan segera melakukan koordinasi intensif dengan Lanud Tarakan, Basarnas, serta masyarakat setempat untuk memastikan kondisi pilot dan pesawat," bunyi keterangan tertulis, Jumat (20/2).
Tim pencari berhasil menemukan titik jatuhnya armada tersebut pada pukul 13.25 WITA di area dekat Bandara Long Bawan. Pilot kemudian dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia pada 14.33 WITA, kemudian jenazah dibawa ke RS Pratama Long Bawan dan tiba pada 15.20 WITA.
Jenazah almarhum sempat dibawa ke RS Pratama Long Bawan sebelum direncanakan terbang ke Tarakan pada Jumat (20/2) pukul 9.50 WITA. Selanjutnya, jenazah akan segera dipulangkan ke Jakarta untuk diserahkan langsung kepada pihak keluarga.
Manajemen PT Pelita Air Service menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya pilot yang bertugas. Pihak maskapai memastikan akan memberikan dukungan penuh bagi keluarga yang ditinggalkan dalam masa duka ini.
"Perusahaan memastikan akan memenuhi seluruh hak dan santunan kepada keluarga almarhum serta memberikan pendampingan yang diperlukan selama masa duka," tulis manajemen.
Terkait penyebab kecelakaan, tim gabungan dari Pelita Air dan KNKT dijadwalkan berangkat menuju lokasi pada 20 Februari 2026. Investigasi ini bertujuan untuk mencari tahu faktor teknis maupun operasional yang memicu insiden tersebut secara menyeluruh.
Perusahaan juga memastikan untuk terus berkoordinasi dengan KNKT, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, serta seluruh pihak terkait guna memastikan proses investigasi berjalan transparan dan komprehensif.
"Perusahaan berkomitmen untuk terus memastikan keselamatan operasional dari seluruh penerbangan PT Pelita Air Service," tegas rilis resmi tersebut.
Sebagai informasi, pesawat yang digunakan dalam penerbangan tersebut adalah tipe Air Tractor AT-802 produksi 2013 yang berada dalam kondisi laik terbang dan baru saja menjalani perawatan rutin pada 15 Februari 2026.
Penerbangan diawaki oleh satu orang pilot, yaitu Capt. Hendrick Lodewyck Adam, berusia 54 tahun, yang bergabung dengan PT Pelita Air Service sejak Juli 2021 dengan total pengalaman terbang lebih dari 8.000 jam.
(rir)