Airlangga Sebut Tarif 0% AS Buat Tekstil RI Selamatkan 4 Juta Pekerja

CNN Indonesia
Jumat, 20 Feb 2026 12:08 WIB
Airlangga mengatakan fasilitas tarif nol persen pada produk tekstil dan garmen oleh itu dinilai krusial bagi industri padat karya dalam negeri. (Foto: ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Indonesia memastikan produk tekstil dan garmen nasional akan menikmati tarif 0 persen ketika masuk ke pasar Amerika Serikat (AS) melalui mekanisme kuota atau tariff rate quota (TRQ).

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari Agreement on Reciprocal Trade (ART) Indonesia-Amerika Serikat yang diteken di Washington DC, Kamis (19/2) waktu setempat.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan fasilitas tarif nol persen itu dinilai krusial bagi industri padat karya dalam negeri, khususnya sektor tekstil dan apparel.

"Khusus untuk produk tekstil dan apparel Indonesia, Amerika juga akan memberikan tarif 0 persen dengan mekanisme TRQ," ujar Airlangga dalam konferensi pers.

Ia menyebut kebijakan tersebut berpotensi melindungi sekitar 4 juta pekerja di sektor tekstil dan garmen. Jika dihitung bersama keluarganya, dampaknya diperkirakan menjangkau sekitar 20 juta masyarakat Indonesia.

"Tentunya ini memberikan manfaat bagi 4 juta pekerja di sektor ini, dan kalau kita hitung dengan keluarga, ini sangat berpengaruh terhadap 20 juta masyarakat Indonesia," kata Airlangga.

Menurutnya, akses pasar AS menjadi peluang besar mengingat skala pasar Negeri Paman Sam jauh lebih besar dibandingkan Indonesia.

Dengan tarif nol persen, pemerintah menargetkan nilai ekspor tekstil dan garmen RI meningkat dari sekitar US$4 miliar menjadi US$40 miliar atau setara Rp675,4 triliun (asumsi kurs Rp16.890 per dolar AS) dalam 10 tahun ke depan.

"AS adalah pasar besar. Pasarnya hampir 28 kali pasar Indonesia. Jadi akses ke pasar AS bagus. Bahwa Indonesia rencanakan tekstil industri dari ekspor sekitar US$4 miliar ke US$40 miliar dalam 10 tahun," ucap Airlangga.

Kesepakatan ART sendiri diteken Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump sebagai bagian dari penguatan kemitraan ekonomi kedua negara.

(lau/pta)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK