Rupiah Bangkit Tipis ke Rp16.888 Akhiri Pekan Ini
Nilai tukar rupiah bertengger di Rp16.888 per dolar AS pada Jumat (20/2) sore. Mata uang Garuda menguat 6 poin atau naik 0,04 persen dari perdagangan sebelumnya.
Sementara itu, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah ke posisi Rp16.885 per dolar AS pada perdagangan hari ini.
Mata uang di kawasan Asia terpantau dominan melemah. Tercatat, peso Filipina melemah 0,26 persen, dolar Singapura minus 0,09 persen, yuan China 0,11 persen turun 0,05 persen, yen Jepang melemah 0,26 persen. Kemudian dolar Hong Kong turun 0,01 persen dan rupee India minus 0,33 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, won Korea Selatan menguat 0,06 persen, baht Thailand naik 0,02 persen, dan ringgit Malaysia plus 0,12 persen.
Sementara, mata uang di negara maju terpantau kompak melemah. Poundsterling Inggris melemah 0,15 persen, dolar Australia minus 0,17 persen, dan euro Eropa plus 0,16 persen. Kemudian dolar Kanada turun 0,14 persen dan franc Swiss minus 0,15 persen.
Analis pasar uang Lukman Leong mengatakan nilai tukar rupiah menguat tipis terhadap dolar AS setelah BI meningkatkan intervensi untuk menjaga stabilitas mata uang yang dinilai masih undervalued.
Meski demikian, kata dia, tekanan terhadap rupiah masih berlanjut akibat penguatan dolar AS serta data yang menunjukkan neraca transaksi berjalan Indonesia kembali defisit pada kuartal IV 2025.
"Rupiah menguat tipis berkat intervensi BI, namun masih tertekan penguatan dolar AS dan defisit neraca transaksi berjalan," ujarnya kepada CNNIndonesia.com.
(del/pta)