REKOMENDASI SAHAM

Deret Saham Pendulang Cuan di Tengah MA AS Batalkan Tarif Trump

Dela Naufalia Fitriyani | CNN Indonesia
Senin, 23 Feb 2026 06:46 WIB
IHSG dalam sepekan ke depan diprediksi bergerak bervariasi, tetapi cenderung menguat terbatas. Sejumlah saham diperkirakan mampu mendulang cuan. (Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
Jakarta, CNN Indonesia --

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 2,31 poin atau minus 0,03 persen ke level 8.271 pada Jumat (20/2) silam.

Investor melakukan transaksi sebesar Rp20,39 triliun dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 45,82 miliar saham.

Dalam sepekan terakhir, indeks saham melemah dua kali, sementara satu hari sisanya menguat. Tak heran, performa indeks tercatat melemah 0,23 persen sepanjang pekan kemarin.

Di sisi lain, Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Kautsar Primadi Nurahmad mencatat selama periode tanggal 16 sampai dengan 20 Februari 2026 kemarin perdagangan saham bursa ditutup di zona positif.

Tercatat, kapitalisasi pasar bursa mengalami peningkatan sebesar 0,35 persen dari Rp14,889 triliun menjadi Rp14,941 triliun pada pekan lalu. Senada, rata-rata volume transaksi harian turut mengalami peningkatan yakni sebesar 3,87 persen dari 45,24 miliar menjadi 47 miliar lembar saham.

Kemudian, rata-rata nilai transaksi harian pun turut meningkat sebesar 3,02 persen dari Rp23,19 triliun menjadi Rp23,89 triliun.

Senada, rata-rata frekuensi transaksi harian mengalami peningkatan tertinggi yakni sebesar 11,99 persen dari 2,73 juta kali transaksi menjadi 3,06 juta kali transaksi pada penutupan pekan lalu.

"Adapun investor asing hari ini mencatatkan nilai beli bersih Rp240,57 miliar dan sepanjang tahun 2026 ini, investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp14,42 triliun," katanya dalam keterangan resmi, Jumat (20/2).

Lantas seperti apa proyeksi pergerakan IHSG untuk sepekan ke depan?

VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi memperkirakan indeks saham pada awal pekan ini, Senin (23/2), akan bergerak mixed namun cenderung menguat terbatas. Ia memproyeksikan IHSG bergerak di rentang support 8.208 dan resistance 8.390, dengan indikator MACD yang menunjukkan penguatan tren.

Menurutnya, ada beberapa faktor yang mempengaruhi pergerakan pasar. Pertama, adanya kemajuan dalam finalisasi kesepakatan dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI). Jika keputusan yang dihasilkan sesuai harapan, maka berpotensi memicu rebalancing MSCI serta pencabutan intermediate freeze, yang akan menjadi sentimen positif bagi pasar.

Kedua, pembatalan tarif Presiden AS Donald Trump oleh Mahkamah Agung (MA) AS dinilai memberi sinyal yang lebih kondusif bagi perekonomian global.

Ketiga, sentimen commodity play seiring kembali menguatnya sejumlah aset komoditas, seperti emas yang naik ke level US$5.100 per troy ounce dan perak yang rebound 6 persen ke US$82 per troy ounce, sehingga berpotensi mengangkat emiten-emiten terkait.

"Kami memperkirakan IHSG awal pekan depan akan bergerak mixed cenderung menguat terbatas dalam rentang level support 8.208 dan resistance 8.390 dengan indikator MACD menunjukkan penguatan tren," ujar Oktavianus kepada CNNIndonesia.com, Minggu (22/2).

Berdasarkan analisis teknikal, Oktavianus pun merekomendasikan beberapa saham yang bisa dikoleksi. Pertama, saham Amman Mineral Internasional atau AMMN yang ditutup menguat 2,93 persen ke posisi 7.900 pada pekan lalu. Oktavianus memproyeksi AMMN dapat menyentuh level 8.525 pada pekan ini.

Kedua, saham XLSmart atau EXCL yang ditutup menguat 9,09 persen ke posisi 3.120 pekan lalu. Oktavianus memproyeksi EXCL dapat menyentuh level 3.470 pada pekan ini.

Sementara itu, Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan pergerakan IHSG dalam sepekan ke depan masih berisiko mengalami koreksi. Ia memproyeksikan indeks akan bergerak dengan level support di 8.044 dan resistance di 8.491.

Menurutnya, sejumlah sentimen akan mempengaruhi arah pasar. Dari sisi eksternal, pergerakan harga komoditas emas yang diperkirakan masih menguat serta nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akan menjadi faktor utama.

Selain itu, pelaku pasar juga masih mencermati perkembangan kebijakan tarif AS serta meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah.

"Sepekan ke depan, kami memperkirakan IHSG rawan terkoreksi dengan support 8.044 dan resist 8.491. Untuk sentimen kami perkirakan akan dipengaruhi oleh pergerakan harga komoditas emas yg diperkirakan masih menguat dan juga nilai tukar rupiah terhadap dolar AS," ujar Herditya.

Ia pun menyarankan investor dapat mencermati beberapa saham dari emiten ia rekomendasikan. Herditya merekomendasikan saham PT Blue Bird Tbk atau BIRD yang ditutup menguat 0,57 persen ke level 1.750 pada pekan lalu. Ia memproyeksi BIRD dapat menyentuh level 1.785 pada pekan ini.

Kemudian, Herditya pun merekomendasikan saham PT Bumi Resources Minerals Tbk atau BRMS yang ditutup menguat 0,47 persen ke level 1.060 pada pekan lalu. Ia memproyeksi BRMS dapat menyentuh level 1.225 pada pekan ini.

Lalu, Herditya juga merekomendasikan saham Vale Indonesia atau INCO yang ditutup menguat 0,73 persen ke level 6.900 pada pekan lalu. Ia memproyeksikan INCO dapat menyentuh level 7.625 pada pekan ini.

Catatan Redaksi: Berita ini tidak dibuat untuk merekomendasikan atau tidak merekomendasikan saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.

(pta)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK