SETC Gelar Semarak Bazar Ramadan Bilebante, Gairahkan Ekonomi Desa

HM Sampoerna | CNN Indonesia
Selasa, 24 Feb 2026 16:36 WIB
SETC menggelar Semarak Bazar Ramadan di Lombok Tengah, mendukung 40 UMKM lokal dengan sistem transaksi unik menggunakan koin kayu.
Foto: Arsip HM Sampoerna
Jakarta, CNN Indonesia --

Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC) bersama Inotek dan mitra lokal menggelar Semarak Bazar Ramadan di Desa Wisata Bilebante, Lombok Tengah, Minggu (15/2). Acara yang melibatkan 40 pelaku UMKM ini berlokasi di lahan pasar tematik milik pemerintah desa yang strategis di pinggir jalan raya.

Pembukaan bazar ditandai dengan pemukulan kentongan oleh Istri Gubernur NTB, Shinta Agathia Soedjoko, bersama Rektor Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) NTB, Baiq Mulianah, serta jajaran perangkat daerah setempat. Pengunjung dapat menemukan beragam kuliner khas Suku Sasak seperti jamu mule gati, bakso rumput laut, hingga ayam rangkat.

Sistem transaksi di bazar ini cukup unik karena mewajibkan pengunjung menukarkan uang dengan koin kayu bernama kepeng di pintu masuk. Penggunaan kepeng kayu ini bertujuan untuk memudahkan penyelenggara dalam memantau total omzet penjualan para pedagang secara akurat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Shinta yang juga Ketua Dekranasda NTB meninjau langsung produk yang dijual pelaku UMKM. Ia mengajak masyarakat memanfaatkan kegiatan ini untuk berbelanja sekaligus mendukung usaha lokal. 

“Selain memudahkan kita yang di rumah, juga untuk membantu masyarakat (UMKM) di sini, membantu perekonomian agar lebih baik lagi,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (24/2).

Penanggung jawab Semarak Bazar Ramadan, Triyanto, mengatakan kegiatan ini dirancang untuk memberdayakan UMKM binaan dari sektor makanan, kerajinan tangan, hingga jasa pijat kesehatan. 

“Bazar ini ada karena melihat potensi lokal di sini bagus, dan juga Bilabante ini sebagai desa wisata, jadi bagaimana agar UMKM lokal bisa maju, salah satunya melalui bazar ini,” kata dia.

Ia menjelaskan, penggunaan kepeng kayu juga memudahkan pemantauan omzet penjualan selama kegiatan berlangsung. Inisiatif ini sekaligus mengaktifkan kembali lahan desa yang sebelumnya terbengkalai menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat.

Dukungan SETC terhadap perkembangan UMKM diwujudkan melalui inisiatif Collaborator Hub Koperasi Wanita Putri Rinjani yang memberikan pembinaan langsung kepada sekitar 40 pelaku usaha di Desa Bilebante dan wilayah sekitarnya. 

Program pembinaan ini diperkuat dengan rangkaian pelatihan teknis sejak tahun 2023 yang mencakup peningkatan kualitas visual melalui foto produk serta keterampilan menjahit dan pembuatan pola.

Selain aspek produksi, para pelaku UMKM juga dibekali keahlian pemasaran digital agar mampu menjangkau pasar daring secara lebih luas dan mandiri. 

Standardisasi layanan pun menyentuh sektor jasa seperti terapis urut lokal yang kini telah dilatih dengan standar pariwisata profesional untuk melayani wisatawan maupun tamu hotel.

Upaya ini dilengkapi dengan penyediaan wadah pasar berupa bazar yang memberikan platform nyata bagi penjualan produk makanan, minuman, hingga kerajinan tangan. 

Penyelenggaraan bazar ini sekaligus mereaktivasi lahan desa yang telah lima tahun terbengkalai menjadi pusat aktivitas ekonomi produktif guna menunjang kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Ahmad Nur Aulia, mengapresiasi kolaborasi yang mendorong penguatan kapasitas pelaku usaha desa. 

“Tadi kita lihat bagaimana proses menumbuhkan trust kepada pengunjung melalui pembelanjaan cashless,” ucapnya.

Ia berharap model ini dapat diperluas ke desa dan kelurahan lain di NTB untuk menggerakkan ekonomi masyarakat. 

“Ini pembelajaran yang sangat luar biasa bagaimana membentuk ekosistem dari tata kelola pemberdayaan UMKM untuk mengembangkan potensi yang dimiliki,” pungkas Ahmad.

(rir)