Bos LPS Ungkap Fakta Bank Syariah Lebih Menarik dari Bank Umum

CNN Indonesia
Rabu, 25 Feb 2026 18:52 WIB
Ketua LPS Anggito menyampaikan kinerja Bank Syariah Indonesia (BSI) merupakan bukti konkret bank syariah bisa bersaing dari sisi daya saing bisnis dan pricing.
Ketua LPS Anggito menyampaikan kinerja Bank Syariah Indonesia (BSI) merupakan bukti konkret bank syariah bisa bersaing dari sisi daya saing bisnis dan pricing. (FOTO:CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu menilai kini perbankan syariah lebih kompetitif dibandingkan bank umum konvensional. Klaim tersebut berdasarkan hasil penelitian akademik yang telah ia lakukan.

Anggito menyampaikan kinerja Bank Syariah Indonesia (BSI) merupakan bukti konkret bank syariah bisa bersaing dari sisi daya saing bisnis dan pricing.

"Sekarang ini bank syariah lebih kompetitif daripada bank konvensional. Saya bisa buktikan dengan penelitian. Pricing-nya sekarang lebih kompetitif dibandingkan bank umum konvensional," ujar Anggito dalam acara Sarasehan 99 Ekonom Syariah Indonesia 2026 di Auditorium Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, Selasa (24/2).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menilai hal ini sangat berbeda dibandingkan masa sebelumnya ketika bank umum syariah (BUS) masih ada dan dianggap kalah bersaing dengan bank umum konvensional (BUK).

Terlebih, menurutnya unit usaha syariah (UUS) yang berada di bawah naungan BUK justru lebih kompetitif karena mendapatkan dukungan modal, jaringan, dan efisiensi operasional dari induknya.

"Dulu BUS itu tidak kompetitif dibandingkan BUK. Bahkan kalah dengan UUS, karena UUS anak perusahaan bank umum konvensional," terangnya.

Sementara itu, struktur industri saat ini semakin terkonsolidasi dan penguatan modal dianggap membuat bank syariah mempunyai daya tawar yang lebih baik. Hal tersebut tercermin dari sisi penetapan harga (pricing), efisiensi, hingga ekspansi pembiayaan bank syariah yang mengalami peningkatan signifikan.

Selain aspek bisnis, Anggito juga menekankan pentingnya dimensi religiusitas dalam pengembangan ekonomi syariah.

Anggito menilai keyakinan umat terhadap sistem keuangan berbasis syariah perlu didorong sebagai bagian dari ekosistem bisnis yang tidak hanya sesuai prinsip agama, tetapi juga menguntungkan secara ekonomi.

"Jadi kita harus mulai bergerak dari unsur religiusitas yang merupakan keyakinan kita sebagai umat Islam kepada suatu bisnis yang menguntungkan," pungkas Anggito.

[Gambas:Video CNN]

(fln/ins)