Remitansi Vietnam Stabil, Vinhomes Green Paradise Bidik Modal Diaspora

VinFast | CNN Indonesia
Kamis, 26 Feb 2026 18:12 WIB
Remitansi Vietnam stabil di US$17-18 miliar per tahun, dengan investasi properti meningkat. Proyek Vinhomes Green Paradise di Can Gio jadi sorotan.
Foto: Arsip VinFast.
Jakarta, CNN Indonesia --

Arus modal global bisa naik turun mengikuti dinamika ekonomi dunia. Namun, remitansi warga Vietnam di luar negeri tetap menjadi salah satu sumber devisa paling stabil bagi negara tersebut.

Dalam satu dekade terakhir, nilai remitansi Vietnam konsisten berada di kisaran US$17-18 miliar per tahun. Kota Ho Chi Minh City tercatat sebagai penerima terbesar dengan porsi sekitar 40-53% dari total remitansi nasional.

Pada 2025, aliran dana ke kota ini diproyeksikan mencapai US$10,3 miliar atau meningkat 8,3% dibandingkan tahun sebelumnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menariknya, arus dana tersebut kini tidak lagi sekadar dialokasikan untuk konsumsi atau simpanan jangka pendek. Sekitar 20-25% remitansi mulai mengalir ke sektor properti.

Preferensi ini mencerminkan kecenderungan diaspora Vietnam terhadap aset berwujud yang memiliki kepastian hukum, nilai guna jelas, dan potensi pelestarian kekayaan jangka panjang.

Salah satu proyek yang dinilai memenuhi kriteria tersebut adalah Vinhomes Green Paradise di kawasan Can Gio, Ho Chi Minh City. Proyek ini bahkan menjadi Official Participant pertama dalam kampanye global "7 Wonders of Future Cities" yang diprakarsai New7Wonders, mempertegas ambisinya sebagai model kota generasi berikutnya.

Remitansi dan Perubahan Strategi Investasi

Investor diaspora umumnya tidak bergerak dengan pendekatan spekulatif jangka pendek. Mereka cenderung menimbang faktor fundamental seperti konektivitas infrastruktur, integrasi kawasan, reputasi pengembang, hingga tata kelola profesional.

Pengalaman di berbagai negara menunjukkan, properti yang terhubung dengan infrastruktur transportasi strategis, misalnya kereta cepat, memiliki potensi apresiasi lebih tinggi. Koridor transportasi modern di Eropa, Jepang, hingga Amerika Serikat menjadi contoh konektivitas mampu menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Dalam konteks Vietnam, perubahan regulasi pertanahan dan perumahan yang memperluas hak kepemilikan bagi warga di luar negeri juga diperkirakan mendorong peningkatan investasi properti berbasis remitansi.

Paradigma "13 Menit" Can Gio

Transformasi Can Gio tak lepas dari rencana pembangunan metro cepat Ben Thanh-Can Gio yang dijadwalkan mulai groundbreaking pada Desember 2025. Dengan kecepatan operasional hingga 350 km/jam dan target beroperasi pada kuartal IV 2028, waktu tempuh dari pusat Ho Chi Minh City ke Can Gio dipangkas menjadi sekitar 13 menit.

Efeknya signifikan. Kawasan yang sebelumnya dipersepsikan sebagai wilayah pinggiran akan terintegrasi langsung dalam radius hunian inti Ho Chi Minh City. Bahkan, akses menuju pusat bisnis berpotensi lebih cepat dibanding sejumlah kawasan urban lain.

Secara global, properti di sepanjang jalur kereta cepat tercatat mengalami kenaikan 15-45% setelah operasional dimulai, dengan momentum berlanjut beberapa tahun berikutnya.

Hal ini memperkuat daya tarik Can Gio sebagai frontier pertumbuhan baru, apalagi didukung proyek infrastruktur lain seperti Jembatan Can Gio, konektivitas ke Vung Tau, serta akses menuju Bandara Internasional Long Thanh.

Kota Pesisir Berstandar ESG++

Selain konektivitas, nilai unik proyek ini terletak pada integrasi lingkungan. Kawasan ini berbatasan dengan cagar biosfer seluas 75.000 hektare yang diakui UNESCO dan menghadap langsung ke Samudra Pasifik.

Dirancang sebagai mega-proyek reklamasi laut berstandar ESG++, Vinhomes Green Paradise mencakup lagoon seluas 800 hektare, dua lapangan golf 18-hole, serta kompleks hiburan skala besar.

Infrastruktur kesehatan diperkuat rumah sakit internasional yang bekerja sama dengan institusi medis global, sementara kawasan komersial 24/7 diproyeksikan menjaga aktivitas ekonomi sepanjang waktu.

Saat beroperasi penuh, kawasan ini ditargetkan mampu menarik hingga 40 juta pengunjung per tahun, menciptakan basis kuat bagi sektor hospitality, ritel, dan pasar sewa.

Aset Lintas Generasi untuk Masa Depan

Pengamat properti senior Marc Townsend menyebut proyek ini memiliki ambisi dan skala yang jarang ditemukan di kawasan regional. Berbeda dengan kota-kota yang tumbuh di atas infrastruktur matang, proyek ini diposisikan sebagai katalis pertumbuhan struktural baru dalam arsitektur ekonomi Vietnam.

Dengan kombinasi rekor remitansi, regulasi kepemilikan yang semakin kondusif, investasi infrastruktur masif, dan masterplan berstandar global, Can Gio dinilai berada dalam momentum strategis.

Bagi investor diaspora, momentum ini dipandang sebagai jendela masuk sebelum konektivitas penuh dan ekosistem kawasan terintegrasi sepenuhnya terwujud.

Lebih dari sekadar hunian, proyek ini juga diproyeksikan menjadi aset lintas generasi yang dikalibrasi untuk menjawab standar investasi global dalam beberapa dekade mendatang.

(ory/ory)


[Gambas:Video CNN]