BPS Catat Kenaikan Harga Beras Premium Jadi Rp14.317 Februari 2026
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat harga beras premium di penggilingan naik 0,30 persen menjadi Rp14.317 per kilogram (kg) pada Februari 2026 dibandingkan bulan sebelumnya (month to month/mtm).
Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan kenaikan beras premium di penggilingan juga terjadi untuk periode tahunan (year on year/yoy).
"Jika kita piliah menurut kualitas beras di penggilingan, beras premium naik 0,30 (persen) mtm dan naik 9,46 (persen) yoy," ujar Ateng dalam Konferensi Pers, Senin (2/3).
Sedangkan beras kualitas medium di penggilingan tercatat sebesar Rp13.181 per kg atau turun sebesar 0,14 persen (mtm). Dibandingkan dengan Februari 2025, harga beras ini naik 4,64 persen.
Apabila dilihat lebih rinci, jenis beras di penggilingan pada bulan lalu didominasi kualitas medium sebesar 64,65 persen, kualitas premium sebesar 32,75 persen dan kualitas lainnya sebesar 2,60 persen.
Harga beras di penggilingan tertinggi sebesar Rp19.400 per kg di Provinsi Kalimantan Selatan untuk beras kualitas premium. Sedangkan harga beras terendah sebesar Rp10.250 per kg di Provinsi Jawa Tengah untuk beras kualitas medium.
Nilai Tukar Petani (NTP)
NTP nasional Februari 2026 tercatat sebesar 125,45 atau naik 1,50 persen dibanding bulan sebelumnya. Kenaikan terutama didorong oleh Indeks Harga yang Diterima Petani (It) mengalami kenaikan sebesar 2,17 persen lebih tinggi dari kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,65 persen.
Pada Februari 2026, NTP Provinsi Jawa Timur mengalami kenaikan tertinggi (5,46 persen) dibandingkan provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Sulawesi Barat mengalami penurunan terdalam (3,75 persen) dibandingkan penurunan NTP provinsi lainnya.
Kenaikan NTP Februari 2026 dipengaruhi oleh naiknya NTP di empat subsektor pertanian, yaitu Tanaman Hortikultura sebesar 16,68 persen; Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 0,24 persen; Peternakan sebesar 1,68 persen; dan Perikanan sebesar 0,72 persen.
Sementara itu, NTP subsektor lainnya mengalami penurunan, yaitu Tanaman Pangan sebesar 0,88 persen.
(ldy/ins)