Ditanya Prabowo soal Stok Pangan, Amran: Aman Pokoknya, Pertanian Aman

CNN Indonesia
Selasa, 03 Mar 2026 16:03 WIB
Mentan Amran memastikan stok pangan Indonesia dalam kondisi aman dan lebih dari cukup di tengah konflik AS-Israel serang Iran. (FOTO:Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto sempat menanyakan langsung kondisi ketersediaan pangan nasional menyusul eskalasi konflik Iran dengan Israel dan Amerika Serikat (AS).

Amran memastikan stok pangan Indonesia dalam kondisi aman dan lebih dari cukup.

"Sempat ditanya Pak Presiden (soal dampak eskalasi konflik Timur Tengah terhadap stok pangan nasional), pangan kita lebih dari cukup. Ingat, pangan yang menjadi sangat inti untuk Indonesia itu karbohidrat dan beras," kata Amran dalam konferensi pers di Kantor Kementan, Jakarta Selatan, Selasa (3/3).

Menurut Amran, beras merupakan komoditas paling strategis bagi Indonesia. Sementara untuk sumber pangan lain, masyarakat masih memiliki berbagai alternatif substitusi.

Ia mencontohkan jika daging tidak tersedia, bisa diganti telur atau ikan. Untuk sumber karbohidrat, selain beras masih ada ubi dan singkong.

"Kalau enggak ada daging bisa telur, kalau enggak ada telur bisa ikan. Kalau karbohidrat kita bisa subtitusi ke ubi dan singkong. Swasembada beras kita sudah dominan, apalagi ada telur, ada ayam, jagung aman sudah," ujarnya.

Ia juga memaparkan kondisi stok beras nasional yang disebut dalam posisi tinggi. Saat ini, stok beras berada di kisaran 3,67 juta ton dan diperkirakan mencapai 3,7 juta ton dalam waktu dekat. Amran menyebut angka tersebut belum pernah terjadi sepanjang sejarah Indonesia.

"Besok insya Allah (stok beras nasional) 3,7 juta ton, tidak pernah terjadi selama republik ini berdiri. Perkiraan April 5 juta ton tanpa impor. Gudangnya hanya 3 juta ton kapasitasnya, kami minta sewa gudang 2 juta (ton) untuk antisipasi beras yang masuk enggak ada tempat," jelasnya.

Terkait pasokan pupuk, Amran juga memastikan tidak ada gangguan meski Selat Hormuz dilaporkan ditutup oleh Garda Revolusi Iran (IRGC) setelah serangan AS-Israel ke Iran. Ia menegaskan sumber pupuk Indonesia beragam dan tidak bergantung pada jalur tersebut.

Ia juga menepis kekhawatiran adanya gangguan jalur perdagangan akibat konflik tersebut.

"Aman pokoknya. Pertanian aman," ujarnya.

Bos Badan Pangan Nasional (Bapanas) itu menambahkan akses ekspor komoditas pertanian Indonesia ke AS tetap berjalan, termasuk sejumlah produk yang mendapat tarif nol persen.

"Masuk ke Amerika itu 0 persen. Komoditas pertanian kita ada 50 yang 0 persen," katanya.

Sebelumnya, eskalasi konflik memanas setelah AS bersama Israel melancarkan serangan ke Iran pada Sabtu (28/2). Media lokal Iran, Tasnim, melaporkan IRGC menutup Selat Hormuz karena situasi dinilai tidak aman akibat agresi militer dan respons Iran.

Selat Hormuz merupakan jalur vital perdagangan minyak dan gas dunia. Penutupan jalur tersebut berpotensi memicu lonjakan harga energi global dan mengganggu distribusi pasokan.

Badan Pusat Statistik (BPS) juga menyebut perlu kajian lebih lanjut untuk mengukur potensi dampaknya terhadap perdagangan Indonesia, termasuk ekspor-impor dengan negara Timur Tengah seperti Iran, Oman, dan Uni Emirat Arab.

(del/ins)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK