Freeport Terapkan Praktik Tambang Berkelanjutan dengan Standar Tinggi
PT Freeport Indonesia (PTFI) menegaskan komitmennya menjalankan pertambangan dengan standar tinggi dalam hal keselamatan kerja, keberlanjutan lingkungan, dan pemberdayaan sosial.
Serangkaian kebijakan dan inisiatif yang dijalankan perusahaan menunjukkan bahwa prinsip Environment, Social, Governance (ESG) bukan sekadar retorika, tetapi bagian integral dari strategi operasional Freeport di Papua.
Pada pembukaan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nasional (BK3N) 2024, Kepala Teknik Tambang PTFI Carl Tauran menegaskan pentingnya peran semua karyawan dalam menjaga lingkungan kerja yang sehat dan aman.
"Diperlukan kerja sama seluruh karyawan agar kita bisa bekerja dengan sehat dan selamat, agar kita dapat terus berkontribusi untuk perusahaan, stakeholder, dan berdampak langsung kepada masyarakat dan negara," ujarnya seperti dikutip dari Antara.
Ia menambahkan bahwa kesadaran setiap individu menjadi kunci dalam mencegah kecelakaan dan penyakit akibat kerja.
Teknologi juga menjadi alat penting bagi PTFI dalam mendukung kultur K3. Freeport menerapkan pemantauan real-time pada operasi kendaraan tambang menggunakan telematika, serta mengembangkan tim internal yang mengampanyekan perilaku aman berkendara.
Menurut Carl, penggunaan sistem ini telah membantu menurunkan frekuensi kecelakaan kendaraan di area tambang, terutama karena armada Freeport yang besar dan mobilitas pekerjanya tinggi.
Komitmen Freeport terhadap kesiapsiagaan darurat juga terlihat dari capaian positif tim tanggap darurat Freeport. Dalam ajang Indonesia Mining Emergency Response Community (IMERC) 2025, tim Emergency Preparedness & Response PTFI meraih gelar juara umum.
Executive VP Sustainable Development PTFI, Claus Wamafma, menyebut pencapaian itu sebagai bukti standar tinggi yang diterapkan Freeport.
"Pencapaian tim bukan hanya tentang kemenangan kompetisi, ini tentang membuktikan bahwa tim kami menetapkan standar untuk keselamatan, kerja tim, dan ketahanan," kata dia dalam keterangan tertulis beberapa waktu lalu.
Sementara itu, Wakil Presiden Divisi Keselamatan Pertambangan, Eman Widijanto, menekankan bahwa persiapan tim bukan hanya untuk kompetisi, melainkan bagian dari tugas rutin mereka.
"Persiapan mereka tidak hanya untuk kompetisi, itu adalah tugas sehari-hari mereka," imbuhnya.
Di sisi lain, Freeport juga menunjukkan komitmen kuat dalam menjalankan tambang yang ramah lingkungan.
Presiden Direktur PTFI Tony Wenas mengungkapkan bahwa perusahaan tengah mengonversi pembangkit listrik berbahan bakar batu bara ke sistem yang menggunakan gas alam cair (LNG).
"Kami sedang mengubah dan mengonversi power plant kami yang menggunakan batu bara menjadi LNG," jelas Tony dalam forum keberlanjutan pada 2025.
Langkah ini ditargetkan dapat menurunkan emisi karbon hingga 60 persen, sebagai bagian dari strategi jangka panjang Freeport untuk mengurangi dampak lingkungan operasionalnya.
Ia juga menegaskan bahwa keberlanjutan adalah bagian tak terpisahkan dari strategi jangka panjang Freeport.
"Cara pengelolaan kami sudah dilakukan dengan cara yang berkelanjutan meskipun kami merupakan industri ekstraktif," sebut dia.
Freeport juga telah menggunakan kereta listrik tanpa awak di tambang bawah tanah, menggantikan kendaraan berbahan bakar diesel yang lebih emisi tinggi, sebagai bagian dari transformasi operasional.
Komitmen pada keberlanjutan tak hanya menyentuh aspek teknis, tetapi juga sosial. Perusahaan terus menjalankan program pendidikan, kesehatan, dan dukungan UMKM di Mimika, Papua, hingga menjalin kemitraan dengan komunitas lokal suku Amungme dan Kamoro.
Melalui investasi sosial ini, Freeport mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat sekitar tambang, sekaligus menciptakan nilai tambah jangka panjang.
Komitmen Freeport tidak luput dari pengakuan publik. Di penghujung 2024, Tony Wenas menerima Living Legend Award dari Warta Ekonomi atas kiprahnya mendorong praktik pertambangan berkelanjutan di Indonesia.
Dalam sambutannya, Tony menegaskan bahwa kesuksesan Freeport tidak lepas dari kolaborasi antara karyawan dan masyarakat.
"Produksi yang aman dan berkelanjutan tidak akan tercapai tanpa komitmen semua pihak, dari karyawan hingga masyarakat yang mendukung," tegasnya.
Dengan mengintegrasikan standar keselamatan yang ketat, teknologi ramah lingkungan, dan tanggung jawab sosial, Freeport menegaskan bahwa praktik pertambangan berkelanjutan bisa dijalankan dengan konsisten, bahkan dalam industri ekstraktif.
(inh)