Upaya Freeport Pacu UMKM Lokal Papua Naik Kelas dan Buka Akses Pasar

Freeport | CNN Indonesia
Selasa, 03 Mar 2026 15:30 WIB
Ilustrasi. (Foto: CNN Indonesia/Adi Maulana)
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Freeport Indonesia (PTFI) telah berulang kali menegaskan perannya sebagai katalis dalam pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Dalam berbagai program, dari pelatihan produksi hingga akses pasar nasional, perusahaan tambang ini mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, terutama di wilayah Papua dan Gresik.

Salah satu inisiatif Freeport yang paling menonjol adalah pelatihan pembuatan pangan berbasis sagu bagi ibu rumah tangga di Timika. Dikutip dari website resminya, PTFI melalui Divisi Pembinaan dan Pengembangan UMKM (PPUMKM) pada Juli 2023 menggelar workshop di Karang Senang, Kelurahan SP3, untuk mengajarkan pengolahan sagu menjadi produk siap jual.

Program ini mencakup pendampingan, riset dan pengembangan, edukasi finansial, dan pelatihan operasional - sebagai bagian dari upaya Freeport mengidentifikasi potensi UMKM lokal untuk menjadi mitra perusahaan.

Tak hanya fokus pada produk pangan, PTFI juga masuk ke ranah digital. Pada 11-14 Februari 2025, perusahaan menggelar pelatihan 'Digital Voice: Public Speaking & Podcast Creations' di Timika. Pelatihan ini diikuti 30 peserta dari berbagai profesi, termasuk pelaku UMKM, mahasiswa, dan influencer.

"Program ini dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan berbicara di depan umum serta kemampuan teknis membuat siniar yang semakin relevan di era digital," kata Vice President Corporate Communications PTFI, Katri Krisnati.

Buka Akses ke Pasar Nasional

PTFI juga aktif membantu UMKM menembus pasar yang lebih luas. Dalam ajang 'Jelajah Kuliner Indonesia 2024' di Sarinah, Jakarta, perusahaan membawa dua UMKM Papua, yakni Koperasi Maria Bintang Laut dan Rumah Kopi Amungme.

Wakil Presiden Direktur PTFI, Jenpino Ngabdi, menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk mempromosikan produk Papua.

"Ini adalah upaya Freeport Indonesia untuk membuka akses pemasaran, sekaligus mengajak masyarakat mencicipi beragam kuliner khas Papua dan tentunya andalan kita Kopi Amungme," ujarnya.

Dukungan PTFI juga tercermin dari capaian pembinaan UMKM. Direktur & EVP Sustainable Development and Community Relations PTFI, Claus Wamafma mengungkapkan bahwa sejak 2019 hingga 2024, PTFI telah membina 234 UMKM, menyerap 1.798 tenaga kerja, serta menggerakkan dana bergulir Rp72,5 miliar dengan pendapatan kumulatif UMKM mencapai Rp1,5 triliun.

Di sisi lain, dalam program berbasis komoditas perikanan dan perkebunan, koperasi UMKM yang dibina PTFI melibatkan sekitar 1.200 anggota dengan pendapatan lebih dari Rp86 miliar.

Komitmen Freeport dalam penguatan UMKM juga meluas ke Gresik, Jawa Timur. Pada 1 Maret 2025, PTFI menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Gresik untuk meningkatkan daya saing pelaku usaha lokal.

Sejumlah program pun dijalankan, mulai dari Jagoan Wirausaha Gresik Sejahtera (Jawara), Bumdes Tangguh Mandiri (Bestari), hingga Srikandi Preneur yang menyasar perempuan wirausaha.

Vice President Business Process Smelting & Refining PTFI, Aripin Buman, menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan program. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, industri, dan akademisi sangat penting agar pelatihan yang diberikan dapat memberikan manfaat nyata bagi UMKM di Gresik.

Dengan segala upaya itu, PTFI menegaskan bahwa keterlibatan dalam pemberdayaan UMKM bukan sekadar program CSR jangka pendek, tetapi bagian dari strategi pembangunan komunitas jangka panjang. Melalui program pelatihan, digitalisasi, dan kolaborasi dengan pemerintah, PTFI berharap dapat menciptakan ekosistem UMKM yang tangguh dan mandiri.

(rea/rir)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK