Bahlil Siapkan Storage BBM Baru Agar Ketahanan Energi RI Bisa 3 Bulan

CNN Indonesia
Rabu, 04 Mar 2026 18:53 WIB
Bahlil mengatakan pembangunan storage baru diperlukan agar cadangan BBM bisa meningkat hingga tiga bulan dari kapasitas saat ini yang maksimal 25 hari. (Foto: ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah berencana membangun fasilitas penyimpanan (storage) bahan bakar minyak (BBM) baru di Sumatera guna memperkuat ketahanan energi nasional.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pembangunan storage diperlukan agar cadangan BBM Indonesia bisa meningkat hingga tiga bulan, dari kapasitas saat ini yang masih terbatas.

Bahlil menjelaskan kemampuan penyimpanan BBM nasional selama ini hanya mampu menampung stok maksimal 25 hari. Kondisi tersebut membuat cadangan energi Indonesia relatif terbatas dibandingkan sejumlah negara lain.

"Kemampuan daya tampung BBM kita sejak lama hanya maksimal di 25 hari. Cadangan nasional kita minimal 20 sampai 23 hari, sekarang sudah 23 hari, jadi sebenarnya sudah di atas standar minimal," ujar Bahlil di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (4/3).

Ia mengatakan keterbatasan utama bukan pada ketersediaan pasokan BBM, melainkan pada fasilitas penyimpanan. Karena itu pemerintah berencana menambah infrastruktur storage agar stok energi nasional dapat ditingkatkan secara signifikan.

"Teman-teman sering bilang kenapa tidak stok sampai 60 hari. Mau taruh di mana? Storage kita tidak punya. Makanya arahan Bapak Presiden (Prabowo Subianto) sekarang kita segera membangun storage supaya cadangan kita bisa sampai tiga bulan," kata Bahlil.

Menurutnya, pembangunan fasilitas penyimpanan ini merupakan bagian dari upaya memperbaiki sistem ketahanan energi nasional tanpa saling menyalahkan kebijakan sebelumnya.

Ia menyebut salah satu opsi lokasi pembangunan storage baru berada di wilayah Sumatera. Saat ini pemerintah masih mengkaji rencana tersebut melalui studi kelayakan.

"Dulu pernah saya jelaskan juga ke teman-teman media, salah satu alternatif terbaiknya di wilayah Sumatera," ujarnya.

Bahlil sebelumnya juga menyampaikan target pemerintah adalah meningkatkan kapasitas penyimpanan BBM hingga setara 90 hari atau tiga bulan. Saat ini storage nasional hanya mampu menampung stok sekitar 25-26 hari.

Rencana peningkatan kapasitas cadangan energi tersebut muncul di tengah dinamika geopolitik global yang berpotensi mengganggu pasokan minyak dunia. Salah satunya adalah ketegangan di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada jalur distribusi energi global.

Dewan Pakar Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI) Ardian Nengkoda menyebut sekitar 84 persen minyak yang menuju Asia melewati Selat Hormuz. Jika jalur tersebut terganggu, pengiriman minyak dari negara-negara produsen seperti Arab Saudi, Irak, Kuwait, Uni Emirat Arab, Qatar, hingga Iran dapat terhambat.

Ketidakpastian tersebut juga tercermin dari lonjakan harga minyak mentah global. Berdasarkan data Reuters, harga minyak jenis Brent naik US$3,66 atau sekitar 4,7 persen menjadi US$81,40 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) menguat US$3,33 atau 4,7 persen menjadi US$74,56 per barel.

Ardian memperingatkan jika gangguan distribusi minyak berlangsung lebih lama, tekanan terhadap harga energi global dapat meningkat. Kondisi ini berpotensi berdampak pada biaya logistik, harga pangan, hingga stabilitas ekonomi berbagai negara pengimpor energi, termasuk Indonesia.

(del/pta)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK