Airlangga Jamin Pangan hingga Energi RI Aman Meski Timur Tengah Panas

CNN Indonesia
Rabu, 04 Mar 2026 20:33 WIB
Airlangga memastikan kondisi pangan dan energi nasional tetap aman saat periode Lebaran ini, meski konflik di Timur Tengah masih memanas.
Airlangga memastikan kondisi pangan dan energi nasional tetap aman saat periode Lebaran ini, meski konflik di Timur Tengah masih memanas. (Foto: CNN Indonesia/Endrapta Ibrahim)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan kondisi pangan dan energi nasional tetap aman saat periode Lebaran ini meski konflik di Timur Tengah masih memanas.

"Kita untuk Lebaran ini aman dari segi pangan dan kemudian dari segi energi juga relatif masih aman," katanya di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Rabu (4/3).

Menurut dia, kebutuhan energi, termasuk LPG, telah diamankan melalui diversifikasi sumber pasokan, salah satunya dari Amerika Serikat (AS). Pengalihan sumber impor tersebut merupakan bagian dari kesepakatan dalam Agreement on Reciprocal Tariff (ART) antara Indonesia dan AS.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk kebutuhan energi kita sudah mencari sumber lain seperti dalam agreement on reciprocal tariff, kita mendapatkan alternatif daripada energi termasuk LPG dari Amerika," ucap Airlangga.

Pertamina juga telah menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan mitra di AS sebagai tindak lanjut kerja sama tersebut. Melalui kesepakatan itu, Indonesia memiliki alternatif pasokan apabila suplai dari Timur Tengah terganggu akibat perang.

"Pertamina sudah membuat MoU, sehingga dengan demikian sumber lain juga sebetulnya secara paralel dipersiapkan seandainya suplai dari Timur Tengah betul-betul terganggu karena perang berkepanjangan," ujar Airlangga.

Pemerintah terus memonitor perkembangan konflik di Timur Tengah untuk memastikan stabilitas pangan dan energi nasional tetap terjaga.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia pun telah memutuskan mengalihkan sebagian impor minyak mentah (crude) dari Timur Tengah ke AS di tengah memanasnya perang Iran melawan keroyokan AS-Israel.

"Sekarang ini untuk crude yang kita ambil dari Timur Tengah, sebagian kita alihkan untuk ambil di Amerika. Supaya apa? Ada kepastian ketersediaan crude kita," ucap Bahlil, Selasa (3/3).

Untuk BBM jenis RON 90, RON 93, 95, dan RON 98, Bahlil memastikan pasokan tidak bergantung pada Timur Tengah karena selama ini diimpor dari kawasan lain, termasuk Asia Tenggara.

Sementara untuk LPG, Indonesia mengimpor sekitar 7,3 juta ton per tahun dan tahun ini meningkat menjadi 7,8 juta ton. Sebanyak 70 persen dipasok dari Amerika Serikat dan 30 persen dari Timur Tengah, termasuk Saudi Aramco.

Namun, melihat dinamika konflik, pemerintah juga menyiapkan opsi pengalihan pasokan LPG dari negara yang tidak terdampak penutupan Selat Hormuz.

"Maka alternatifnya adalah kita switch lagi supaya kita tidak mau ambil risiko, sebagiannya kita switch lagi untuk kita belanja di negara yang tidak ada kaitannya dengan selat Hormuz," ujar Bahlil.

[Gambas:Video CNN]

(dhz/pta)