Transaksi Digital BRI Melonjak Pesat, Dorong Penguatan Dana Murah
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mencatatkan kinerja transaction banking yang impresif hingga Desember 2025. Pencapaian ini ditopang oleh pertumbuhan transaksi digital pada segmen ritel, nasabah bisnis, hingga ekosistem pembayaran.
Hal ini diungkapkan Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, pada konferensi pers Kinerja Keuangan BRI Triwulan IV 2025 di Jakarta pada akhir Februari lalu. Penguatan tersebut mempertegas kapabilitas BRI dalam mengelola aktivitas transaksi lintas segmen, sekaligus memperkokoh struktur pendanaan melalui penguatan dana murah.
"Sebagai bagian dari transformasi BRIVolution Reignite, BRI melakukan transformasi pada Funding Franchise yang bertujuan memperkuat struktur pendanaan perusahaan agar semakin efisien, stabil, dan berbasis dana murah. Dua strategi yang dijalankan yakni penguatan dana murah serta peningkatan kapabilitas di bidang transaction banking," kata Hery.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun BRI mempercepat pertumbuhan CASA melalui optimalisasi digital channel (BRImo, BRILink, QRIS) serta peningkatan penetrasi business cluster. Di segmen ritel, penguatan difokuskan pada pengembangan SuperApp BRImo dan ekosistem pembayaran.
Peningkatan aktivitas transaksi ritel di channel digital BRI tercermin pada pertumbuhan pengguna dan transaksi melalui BRImo. Hingga Desember 2025, pengguna BRImo tercatat 45,9 juta atau tumbuh 18,9 persen secara tahunan (Year-on-Year/YoY), dengan nilai transaksi mencapai Rp7.076,9 triliun atau meningkat 26,4 persen YoY.
Untuk segmen menengah, komersial dan korporasi, BRI terus memperkuat layanan transaction banking BRI untuk kebutuhan cash management dan transaksi end-to-end melalui Qlola. Per Desember 2025, pengguna aktif Qlola mencapai 113,0 ribu atau tumbuh 48,1 persen YoY, sejalan dengan sales volume yang meningkat 36,2 persen YoY menjadi Rp13.456 triliun.
Perseroan juga terus memperluas akseptasi pembayaran di merchant. Hal tersebut berdampak kepada volume penjualan merchant naik 48,1 persen YoY menjadi Rp223,2 triliun. Sementara, QRIS BRI juga menunjukkan tren yang sama dengan sales volume naik 100 persen YoY menjadi Rp85,6 triliun, dengan jumlah transaksi tumbuh 127,5 persen YoY menjadi lebih dari 782,8 miliar transaksi.
Peningkatan transaksi di channel digital dan ekosistem pembayaran terbukti memperkuat basis dana giro dan tabungan, sehingga porsi CASA terjaga tinggi dan biaya dana membaik. Dana Pihak Ketiga tumbuh 7,4 persen YoY menjadi Rp1.467 triliun dengan rasio CASA 70,6 persen, serta cost of fund DPK membaik menjadi 2,9 persen dibanding 3,1 persen pada akhir 2024.
Hery menambahkan, BRI akan terus mengembangkan kapabilitas transaction banking melalui penguatan platform digital hingga peningkatan layanan business merchant untuk mendukung pertumbuhan dana murah secara berkelanjutan.
"Capaian ini menegaskan bahwa transformasi BRIVolution Reignite yang sedang dijalankan tidak hanya memperkuat basis dana murah, tetapi juga memperluas ekosistem pembayaran digital yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat," pungkas Hery.
(rea/rir)[Gambas:Video CNN]