Daftar Komoditas Penting yang Lewat Selat Hormuz, Tak Cuma Minyak

CNN Indonesia
Kamis, 05 Mar 2026 12:02 WIB
Setiap tahun, lebih dari 30 ribu kapal melintas di perairan sempit Selat Hormuz, mengangkut 11 persen perdagangan laut global. Tak cuma minyak dan gas. (Foto: REUTERS/Stringer)
Jakarta, CNN Indonesia --

Selat Hormuz selama ini dikenal sebagai jalur utama perdagangan minyak dan gas (migas) dunia. Namun kenyataannya, komoditas yang melewati jalur laut strategis ini jauh lebih beragam, mulai dari pupuk, logam industri, hingga barang konsumsi global.

Selat yang berada di selatan Iran dan menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab ini merupakan salah satu jalur pelayaran paling penting di dunia. Setiap tahun lebih dari 30 ribu kapal melintas di perairan sempit tersebut, membawa sekitar 11 persen perdagangan laut global.

Peran vital Selat Hormuz kembali menjadi sorotan usai jalur tersebut ditutup oleh Garda Revolusi Iran (IRGC) menyusul serangan provokasi Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Teheran pada akhir Februari lalu.

Media Iran, Tasnim, melaporkan kapal-kapal diperingatkan untuk tidak melintas karena kondisi keamanan yang dinilai tidak aman di sekitar selat tersebut.

Penutupan ini menimbulkan kekhawatiran terhadap stabilitas perdagangan global. Selat Hormuz selama ini menjadi jalur utama pengiriman energi dunia, dengan sekitar 34 persen ekspor minyak, serta 19 persen pengiriman gas alam melewati jalur tersebut.

Ternyata, perdagangan yang melalui selat ini tidak hanya berkaitan dengan energi. Banyak komoditas penting lain yang bergantung pada Selat Hormuz tersebut untuk distribusi global.

Melansir berbagai sumber, berikut beberapa komoditas utama yang melewati Selat Hormuz:

1. Minyak mentah dan gas alam

Komoditas paling dikenal yang melewati Selat Hormuz adalah minyak mentah dan gas alam cair (LNG). Jalur ini menjadi rute ekspor utama bagi negara-negara produsen energi di kawasan Teluk seperti Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, Irak, dan Kuwait.

Sekitar seperlima pasokan minyak dunia melewati selat ini setiap hari. Jika jalur tersebut terganggu, harga minyak global biasanya langsung melonjak karena pasar khawatir akan berkurangnya pasokan.

Selain minyak, LNG juga banyak dikirim melalui jalur ini, terutama dari Qatar yang merupakan salah satu eksportir LNG terbesar di dunia.

2. Pupuk pertanian (urea)

Selat Hormuz juga menjadi jalur penting bagi perdagangan pupuk global, khususnya pupuk nitrogen seperti urea.

Lebih dari 30 persen ekspor urea dunia berasal dari negara-negara Teluk dan dikirim melalui jalur laut tersebut. Urea merupakan salah satu pupuk yang paling banyak digunakan dalam sektor pertanian, terutama untuk tanaman seperti jagung dan gandum.

Jika distribusi pupuk terganggu, biaya produksi pertanian dapat meningkat karena pupuk merupakan komponen biaya yang cukup besar bagi petani.

3. Aluminium

Selain energi dan pupuk, Selat Hormuz juga menjadi jalur ekspor penting bagi industri aluminium dunia.

Negara-negara Teluk seperti Bahrain, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab merupakan produsen aluminium besar yang memanfaatkan cadangan gas alam di kawasan tersebut untuk menjalankan proses peleburan logam yang membutuhkan energi besar.

Setiap tahun lebih dari 5 juta ton aluminium dikirim melalui Selat Hormuz ke berbagai negara, termasuk ke Eropa dan AS untuk kebutuhan industri otomotif, konstruksi, dan kemasan.

4. Barang konsumsi dalam kontainer

Selat Hormuz juga berperan penting dalam distribusi barang konsumsi global yang dikirim menggunakan kontainer.

Kawasan Teluk memiliki sejumlah pelabuhan besar yang berfungsi sebagai pusat transit logistik dunia. Salah satunya adalah Pelabuhan Jebel Ali di Uni Emirat Arab yang termasuk dalam daftar pelabuhan kontainer terbesar di dunia.

Setiap tahun lebih dari 26 juta kontainer ditangani di kawasan ini. Banyak di antaranya merupakan barang-barang konsumen seperti elektronik, pakaian, mesin industri, hingga berbagai kebutuhan rumah tangga yang dikirim antara Asia, Timur Tengah, dan Eropa.

5. Produk pangan dan pertanian

Selat Hormuz juga memainkan peran penting dalam distribusi pangan global, terutama bagi negara-negara Timur Tengah yang sangat bergantung pada impor makanan.

Beberapa negara di kawasan Teluk mengimpor sebagian besar kebutuhan pangan mereka melalui jalur laut. Qatar, misalnya, mengimpor lebih dari 90 persen makanan dari luar negeri.

Gangguan pengiriman melalui Selat Hormuz berpotensi menimbulkan keterlambatan distribusi pangan. Produk yang dikirim menggunakan kontainer berpendingin, seperti daging dan buah-buahan, juga berisiko rusak jika kapal tertahan terlalu lama di perairan tersebut.

(del/pta)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK