SMI Siapkan Obligasi Baru Fasilitasi Lonjakan Kebutuhan Infrastruktur
PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) menyiapkan instrumen investasi baru berbentuk obligasi guna membuka partisipasi masyarakat dalam pembiayaan pembangunan nasional, di tengah meningkatnya kebutuhan pendanaan infrastruktur.
Instrumen ini dirancang untuk memperluas basis pendanaan sekaligus memperkuat strategi diversifikasi sumber dana perusahaan, sebagaimana disampaikan dalam media briefing di Jakarta, Selasa (3/3)
Direktur Utama PT SMI Reynaldy Hermansjah mengatakan langkah ini menjadi bagian dari transformasi perseroan sebagai Development Finance Institution (DFI) yang lebih adaptif dan inklusif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebagai fiscal tool Pemerintah, kami memiliki tanggung jawab untuk memastikan pembangunan nasional berjalan berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Rencana peluncuran instrumen investasi ini merupakan langkah untuk memperluas partisipasi publik dan menghubungkan masyarakat secara langsung dengan agenda pembangunan nasional jangka panjang," ujarnya.
Lihat Juga : |
Sebagai Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kementerian Keuangan Republik Indonesia, PT SMI memandang kebutuhan pembiayaan infrastruktur yang terus meningkat memerlukan skema pendanaan yang lebih kuat, kolaboratif, dan beragam.
Direktur Operasional dan Keuangan PT SMI Aradita Priyanti menegaskan diversifikasi pendanaan akan menjadi fokus strategis perseroan ke depan.
"Ke depan kami akan lebih memperluas sumber-sumber pendanaan Perseroan selain memperluas kerja sama dengan berbagai lembaga keuangan dan Pemerintah, juga membuka ruang bagi masyarakat untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur nasional," katanya.
Menurut PT SMI, pembangunan infrastruktur menjadi fondasi penting bagi peningkatan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.
Ketersediaan infrastruktur dinilai mampu memperkuat konektivitas, meningkatkan produktivitas, serta menciptakan multiplier effect atau dampak berkelanjutan bagi perekonomian nasional.
Instrumen obligasi yang tengah disiapkan tersebut juga melengkapi rekam jejak pendanaan PT SMI yang selama ini masih didominasi investor institusi dan korporasi.
Sejak pertama kali menerbitkan obligasi pada 2014, perseroan aktif di pasar domestik melalui berbagai instrumen, termasuk green bond, sustainability bond, sukuk mudharabah, hingga zero-coupon bond. Hingga 2025, total dana yang dihimpun melalui penerbitan dalam negeri telah melampaui Rp50 triliun.
Dengan dukungan peringkat nasional AAA dari Pefindo, PT SMI menyatakan berada dalam posisi yang solid untuk terus memperluas ekosistem pembiayaan yang kredibel, transparan, dan berkelanjutan.
(lau/ins)