AS Sesumbar Dampak Perang ke Pasar Energi AS 'Kecil' dan Sementara

CNN Indonesia
Kamis, 05 Mar 2026 15:25 WIB
Chris Wright menilai ejolak harga energi akibat konflik tak akan berlangsung lama. Pasokan minyak dunia disebut melimpah dan produksi energi AS di level rekor.
Chris Wright menilai ejolak harga energi akibat konflik tak akan berlangsung lama. Pasokan minyak dunia disebut (FOTO:Screenshot dari X @ChrisAWright_ ).
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Amerika Serikat (AS) menilai dampak konflik dengan Iran terhadap pasar energi hanya bersifat sementara dan merupakan "harga kecil" yang harus dibayar untuk mencapai tujuan militer Washington.

Menteri Energi AS Chris Wright mengatakan gejolak harga energi akibat konflik tersebut tidak akan berlangsung lama. Ia menyebut pasokan minyak dunia saat ini melimpah dan produksi energi AS berada di level tertinggi.

"Ini pasti akan bersifat sementara," kata Wright dalam program The Ingraham Angle di Fox News, Rabu (4/3).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Wright, pasar minyak global saat ini berada dalam kondisi pasokan yang kuat sehingga lonjakan harga hanya akan menjadi gangguan sementara.

"Kita memiliki pasokan minyak dunia yang sangat besar dan produksi Amerika berada pada rekor tertinggi. Jadi kita akan melewati ini, hanya seperti guncangan kecil di jalan," ujarnya.

Ketegangan di kawasan meningkat setelah serangan AS dan Israel terhadap Iran, yang diikuti respons dari Teheran. Situasi itu melumpuhkan pengiriman melalui Selat Hormuz, jalur penting bagi ekspor minyak dan gas Timur Tengah.

Penutupan jalur tersebut memicu kekhawatiran di pasar energi global dan mendorong kenaikan harga minyak di Asia pada Kamis (5/3), seiring kekhawatiran penutupan Selat Hormuz akan berlangsung lebih lama.

Sekitar seperlima konsumsi minyak dunia biasanya melewati jalur tersebut setiap hari.

Mengutip Reuters, Presiden AS Donald Trump sebelumnya berjanji akan memberikan perlindungan asuransi dan pengawalan angkatan laut bagi kapal-kapal yang mengekspor energi dari kawasan tersebut untuk menekan lonjakan biaya.

Wright mengatakan penutupan Selat Hormuz hanya bersifat sementara dan Angkatan Laut AS akan segera mengawal kapal tanker minyak yang melintasi perairan itu.

"Kami akan melakukannya secepat mungkin. Saat ini angkatan laut dan militer kami fokus pada hal lain, yaitu melucuti rezim Iran," kata Wright.

Keputusan Trump melancarkan serangan ke Iran-yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei-diperkirakan meningkatkan ketidakpastian bagi ekonomi AS.

Meski demikian, Wright menilai kenaikan harga energi yang mungkin terjadi, termasuk harga bensin di AS, masih tergolong kecil dibanding tujuan militer Washington.

"Apakah kita akan melihat kenaikan sementara seperti pada harga bensin? Ya, sedikit. Tapi itu harga yang sangat kecil untuk menyingkirkan negara yang telah membunuh lebih banyak tentara Amerika dalam 20 tahun terakhir dibanding negara mana pun," ujarnya.

[Gambas:Video CNN]

(lau/ins)