Cadangan Devisa RI Turun ke US$151,9 M per Februari 2026

CNN Indonesia
Jumat, 06 Mar 2026 13:29 WIB
Penurunan cadangan devisa Indonesia dipengaruhi berbagai faktor seperti penerimaan pajak dan jasa, penarikan pinjaman luar negeri pemerintah dan lainnya.
Penurunan cadev dipengaruhi berbagai faktor seperti penerimaan pajak dan jasa, penarikan pinjaman luar negeri pemerintah dan lainnya. Ilustrasi (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia --

Cadangan devisa (cadev) Indonesia turun dari sebelumnya US$154,6 miliar per Januari 2026 menjadi US$151,9 miliar akhir Februari 2026. Kendati, Bank Indonesia (BI) menekankan angka tersebut tetap tinggi.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Ramdan Denny Prakoso mengatakan penurunan cadev ini dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti penerimaan pajak dan jasa, serta penarikan pinjaman luar negeri pemerintah di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah.

Meski mengalami penurunan, cadev tersebut setara dengan pembiayaan 6,1 bulan impor atau 5,9 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan," kata Ramdan dalam keterangan resmi, Jumat (6/3).

Ramdan menekankan, untuk ke depannya, BI meyakini ketahanan sektor eksternal tetap baik didukung oleh posisi cadangan devisa yang memadai serta aliran masuk modal asing. Hal ini sejalan dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang tetap menarik.

"Bank Indonesia terus meningkatkan sinergi dengan Pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal guna menjaga stabilitas perekonomian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," tegasnya.

Berdasarkan data BI, cadangan devisa per akhir Februari 2026 ini juga turun dibandingkan Februari 2025 yang sebesar US$154,5 miliar.

Sementara itu, nilai tukar rupiah berada di level Rp16.911 per dolar AS pada Jumat (6/3) pagi. Mata uang Garuda melemah 6 poin atau 0,04 persen dari perdagangan sebelumnya.

[Gambas:Video CNN]

(ldy/ins)