Luhut Ingatkan Indonesia Jangan Ikut-ikutan Musuhi Iran

CNN Indonesia
Jumat, 06 Mar 2026 14:51 WIB
Luhut menekankan posisi Indonesia sebagai negara non-blok membuat pemerintah tidak boleh ikut memusuhi pihak mana pun, termasuk dengan Iran.
Luhut menekankan posisi Indonesia sebagai negara non-blok membuat pemerintah tidak boleh ikut memusuhi pihak mana pun, termasuk dengan Iran. (Foto: CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengingatkan pemerintah Indonesia agar tidak ikut memusuhi Iran di tengah konflik Timur Tengah, yang melibatkan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

"Dalam menyusun foreign policy (kebijakan luar negeri) kita, memang kita harus melihat faktor ini, faktor kekuatan mereka (Iran). Kita jangan jadi ikut musuhan sama dia. Enggak ada gunanya," kata Luhut dikutip dari unggahan di akun Instagram resminya @luhut.pandjaitan pada Jumat (6/3).

Ia menekankan posisi Indonesia sebagai negara non-blok membuat pemerintah tidak seharusnya ikut bermusuhan dengan pihak mana pun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di tengah tarik-menarik kepentingan kekuatan besar, prinsip politik luar negeri Bebas Aktif harus terus menjadi pedoman yang paling relevan bagi bangsa ini," imbuhnya.

Namun, Luhut menyebut Indonesia juga disebut tidak bisa bersikap memusuhi AS atau negara manapun. Sejumlah negara besar lain yang berada di luar konflik tetapi ikut terdampak, seperti Rusia dan China, juga tidak bisa dijadikan lawan oleh Indonesia.

"Indonesia tidak dalam posisi untuk memihak negara manapun. Bermitra dan membangun hubungan yang saling menguntungkan dengan negara-negara maju ataupun menghormati hubungan persahabatan dengan negara-negara berkembang, dan juga negara muslim seperti Iran, adalah prinsip yang diamanatkan oleh para founding fathers untuk kami jaga dan laksanakan," ujarnya.

Selain itu, Luhut mengingatkan bahwa tugas menjaga kedaulatan dan kepentingan nasional bukanlah tugas pemerintah semata, melainkan tanggung jawab seluruh elemen bangsa.

Menurutnya, diplomasi Indonesia harus dijalankan secara luwes, proaktif, dan selalu berorientasi pada penguatan ketahanan domestik. Ia mengajak masyarakat tetap bersatu dalam menghadapi dampak perang global ini.

Ia menekankan pentingnya dukungan masyarakat terhadap pemerintah agar kebijakan yang diambil dapat menjaga stabilitas nasional.

"Jangan ada yang berpikiran ekstrem ke sana ke sini. Kita harus mendukung pemerintah supaya pemerintah bisa mengambil kebijakan-kebijakan yang proaktif untuk menjaga ketahanan energi kita maupun pangan dan keamanan dalam negeri kita juga," pungkas Luhut.

[Gambas:Video CNN]

(dhz/pta)