Bahlil Jamin Harga Pertalite dan Solar Tak Naik Sampai Lebaran

CNN Indonesia
Senin, 09 Mar 2026 14:35 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan harga BBM bersubsidi, Pertalite dan Solar, tak naik hingga Lebaran, meski minyak mentah menembus US$100 per barel. (CNN Indonesia/ Endrapta Ibrahim).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, Pertalite dan Solar, tidak akan naik hingga Hari Raya Idulfitri, meski minyak dunia menembus level US$100 per barel.

Bahlil meminta masyarakat tidak perlu khawatir terhadap potensi kenaikan harga BBM dalam waktu dekat. Menurutnya, pemerintah menjamin harga BBM subsidi tetap stabil setidaknya sampai periode Lebaran.

"Sekali lagi saya pastikan agar masyarakat tidak usah merasa khawatir menyangkut harga. Sampai dengan hari raya ini insyaallah tidak ada kenaikan harga BBM untuk subsidi," ujar Bahlil ditemui di kantornya, Senin (9/3).

Selain itu, Bahlil menegaskan kondisi pasokan energi nasional masih aman. Stok dan distribusi BBM dipastikan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri.

"Kalau kita melihat posisi harga minyak dunia sekarang sudah melampaui US$100 dolar akibat dampak perang Iran versus Israel dan Amerika. Problemnya kita sekarang bukan di stok. Stok tidak ada masalah, pasokan juga tidak ada masalah," jelasnya.

Pemerintah, kata dia, saat ini tengah menyiapkan sejumlah langkah komprehensif untuk merespons lonjakan harga minyak dunia, terutama dalam menjaga stabilitas keuangan negara serta ketahanan energi nasional.

Salah satu langkah yang dipertimbangkan adalah percepatan program energi alternatif, termasuk peningkatan campuran biodiesel dari B40 menjadi B50 serta percepatan penerapan campuran etanol atau E20 pada bensin.

"Kalau harga minyak fosil melampaui US$100 dolar per barel, maka alternatif seperti biodiesel dan etanol menjadi lebih murah. Karena itu kita akan percepat B50 dan juga penerapan E20," ujar Bahlil.

Menurutnya, berbagai langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah melakukan efisiensi sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan energi domestik agar pasokan energi nasional tetap terjaga di tengah gejolak harga global.

"Atau kita bikin mandatory untuk bensin dan itu lebih bersih. Jadi ada beberapa langkah-langkah yang akan kita lakukan," pungkasnya.

(ldy/sfr)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK