Kadin Prediksi Perang Timteng Bakal Lama: Harus Antisipasi

CNN Indonesia
Rabu, 11 Mar 2026 04:45 WIB
Kadin memperingatkan bahwa dunia usaha perlu bersiap karena konflik di Timur Tengah berpotensi berlangsung lebih lama dari perkiraan awal.
Kadin Prediksi Perang Timteng Bakal Lama: Harus Antisipasi (FOTO:ANTARA/ASPRILLA DWI ADHA).
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie memprediksi perang di Timur Tengah akan berlangsung lama. Menurut dia, ini perlu diantisipasi.

Ia menilai dunia usaha perlu bersiap karena konflik di Timur Tengah berpotensi berlangsung lebih lama dari perkiraan awal.

"Kami catat bahwa perang di Timur Tengah ini bisa berlangsung mungkin lebih lama dari yang pertama kali kita prediksi. Jadi apakah itu 4-5 minggu mungkin suatu yang harus kita antisipasi," katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (10/3).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Anin, sapaan akrabnya, mendorong dunia usaha ikut memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah situasi ini. Ada tiga aspek utama yang perlu dijaga.

Pertama adalah ketahanan energi. Anindya memandang aspek ini sangat penting. Berdasarkan informasi yang ia peroleh, saat ini pemerintah tengah menganalisa dampak perang di Timur Tengah terhadap harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Selain terkait BBM, pemerintah juga disebut tengah membahas potensi dampak perang tersebut terhadap harga LPG di masyarakat.

"Saya mengerti bahwa dari sisi pemerintah sudah melakukan rapat bagaimana untuk melakukan analisa harga BBM, tapi juga LPG dan LNG (gas alam cair) yang langsung sampai kepada masyarakat," ujar Anin.

Aspek kedua adalah ketahanan pangan dan yang ketiga adalah menjaga kestabilan nasional. Aspek terakhir itulah yang disebut menjadi faktor kunci sebelum ekonomi dapat kembali fokus pada pertumbuhan.

Di sisi dunia usaha, Anin menilai terdapat beberapa langkah strategis yang perlu dilakukan untuk menjaga ketahanan ekonomi nasional. Satu di antaranya adalah memperkuat pasar domestik.

Anin menilai bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat memberikan dampak positif dalam menciptakan pasar baru melalui intervensi kebijakan pemerintah.

Selain itu, dunia usaha juga dinilai perlu memperkuat rantai pasok agar lebih tangguh dalam menghadapi tekanan global. Dengan begini, harga dari bahan pasok bisa tetap terjaga.

"Kita menyambut baik bahwa beras sudah swasembada, tapi ke depannya juga apa lagi? Termasuk juga bagaimana supaya ekspor daripada produk-produk kita seperti kelapa sawit itu bisa terus terjaga yang sangat dibutuhkan pada saat ini," kata Anin.

Satu hal yang tak luput dari perhatian Anin adalah besarnya kebutuhan investasi di tengah konflik yang terjadi di Timur Tengah. Anin menegaskan koordinasi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi kunci untuk menghadapi ketidakpastian global.

Melalui Indonesia Incorporated, Anin menyatakan dunia usaha dan pemerintah perlu kompak, bersatu, serta berkoordinasi satu sama lain dalam menghadapi ini semua.

"Pada intinya, mood-nya tetap hati-hati, tapi mood-nya tetap kita optimistis untuk bisa bertahan, menjaga kestabilan dan di ujungnya tentu untuk pertumbuhan," pungkas Anin.

[Gambas:Video CNN]

(dhz/ins)