Indonesia dan Jepang Perkuat Kerja Sama Industri dan Energi Bersih

Kemenko Perekonomian | CNN Indonesia
Kamis, 12 Mar 2026 13:30 WIB
Pemerintah Indonesia dan Jepang perkuat kemitraan strategis untuk pengembangan industri, transisi energi, dan rantai pasok global.
Foto: Arsip Kemenko Perekonomian
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Indonesia terus memperkuat kemitraan strategis dengan Jepang guna mendorong pengembangan industri, mempercepat transisi energi, serta memperkuat rantai pasok global.

Kolaborasi kedua negara dinilai semakin luas dan menjadi salah satu pilar penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi serta transformasi industri di kedua negara.

Komitmen tersebut kembali ditegaskan dalam pertemuan antara Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dengan Executive Acting Secretary-General of the Liberal Democratic Party (LDP) Koichi Hagiuda di Tokyo, Jepang, Rabu (11/3).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dalam sektor otomotif, Jepang selama ini berperan penting dalam membangun ekosistem industri otomotif di Indonesia. Saat ini Indonesia tidak hanya memiliki pasar domestik, tetapi juga telah berkembang sebagai basis produksi otomotif yang mengekspor kendaraan ke lebih dari 70 negara," ujar Airlangga.

Pemerintah Indonesia juga mengapresiasi kontribusi investasi Jepang dalam pengembangan industri otomotif nasional.

Ke depan, pemerintah berkomitmen menjaga iklim investasi melalui peningkatan daya saing industri komponen otomotif, khususnya pada tier 2 dan tier 3, sehingga mampu memperkuat rantai pasok industri sekaligus mendorong lahirnya universal brand dari Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Hagiuda turut menyampaikan dukungan terhadap langkah Indonesia dalam mengembangkan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan, termasuk implementasi program B40 serta rencana pengembangan E20 pada 2028.

Industri otomotif Jepang disebut siap mengikuti arah kebijakan Pemerintah Indonesia dalam mendukung agenda transisi energi di sektor transportasi.

Selain itu, kerja sama di bidang energi baru dan terbarukan juga terus mengalami kemajuan melalui kerangka Asia Zero Emission Community (AZEC).

Sejumlah proyek telah mencapai financial closing dan sedang berlanjut, di antaranya pengembangan PLTP Muara Laboh di Sumatera Barat, proyek Legok Nangka Waste-to-Energy di Jawa Barat, serta proyek pembangkit listrik tenaga air di Kalimantan Utara.

Lebih lanjut, kedua pihak juga membahas peluang kerja sama industri strategis ke depan, termasuk melalui peran Japan Organization for Metals and Energy Security (JOGMEC) yang dibentuk oleh Perdana Menteri Sanae Takaichi.

Upaya tersebut akan memperluas kolaborasi pengembangan sumber daya dan industri antara Jepang dan Indonesia. Jepang juga melihat potensi besar Indonesia dalam penguatan sektor economic security, termasuk dalam pengembangan rantai pasok industri teknologi seperti semikonduktor.

Pertemuan Indonesia dan Jepang ini menegaskan semakin eratnya kemitraan kedua negara dalam mendukung pengembangan sektor-sektor strategis. Ke depan, kolaborasi keduanya diharapkan dapat terus diperkuat guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan serta pengembangan industri yang semakin kompetitif.

(inh)