Bos PLN Titip Pesan ke Pemudik: Jangan Lupa Cabut Peralatan Listrik

CNN Indonesia
Jumat, 13 Mar 2026 04:45 WIB
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo meminta agar pemudik memastikan seluruh peralatan listrik di rumah dalam kondisi aman sebelum ditinggalkan mudik.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo meminta agar pemudik memastikan seluruh peralatan listrik di rumah dalam kondisi aman sebelum ditinggalkan mudik. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A).
Jakarta, CNN Indonesia --

Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo memberi pesan bagi masyarakat yang akan melaksanakan mudik Idulfitri 1447 H. Ia meminta agar pemudik memastikan seluruh peralatan listrik di rumah dalam kondisi aman sebelum ditinggalkan.

Darmawan meminta pemudik mematikan dan mencabut perangkat listrik seperti kompor listrik maupun setrika guna mencegah risiko kebakaran selama rumah ditinggalkan.

"Kami juga ingin memberikan pesan kepada saudara-saudara kita yang mudik jangan lupa mematikan peralatan listrik. Kalau ada kompor listrik tolong dicabut, setrika tolong dicabut sehingga mudiknya bisa berjalan dengan aman," ujar Darmawan dalam Konferensi Pers Pembukaan Posko Nasional Sektor ESDM Periode Hari Raya Idulfitri 2026, Kamis (12/3).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam kesempatan ini, Darmawan menyampaikan, PLN memprediksi jumlah pemudik yang menggunakan kendaraan listrik diperkirakan meningkat pada musim mudik tahun ini. Pengguna mobil listrik diproyeksikan naik sekitar 1,6 kali dibandingkan periode mudik 2025.

"Nah untuk itu kami juga melakukan optimasi SPKLU di jalur mudik yang tadinya adanya slow charging kami ganti dengan ultra fast charging," katanya.

Sementara itu, Ketua Posko Nasional Sektor ESDM Ramadan dan Idul Fitri (RAFI) 1447 H Erika Retnowati memastikan pasokan listrik nasional selama periode Ramadan dan Idulfitri 2026 berada dalam kondisi aman.

Menurut Erika, beban puncak listrik pada sistem nasional selama periode tersebut diproyeksikan mencapai 47.198 megawatt (MW). Sementara daya mampu pasok mencapai 51.608 MW. Dengan demikian terdapat cadangan listrik sebesar 4.410 MW atau sekitar 9,3 persen.

Pada hari-H Idul Fitri, beban puncak diperkirakan mencapai 35.017 MW dengan daya mampu pasok sebesar 51.967 MW. Artinya terdapat cadangan daya sebesar 16.950 MW atau sekitar 48,4 persen.

"Pada tanggal hari H Idul Fitri diproyeksikan beban puncak tumbuh 5,46 persen dari tahun 2025, namun lebih rendah 29 persen dari hari-hari normal," pungkas Erika.

[Gambas:Video CNN]

(ldy/sfr)