Wamentan Sebut RI Bakal Ekspor Beras ke Malaysia hingga Papua Nugini
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menyebut pemerintah bakal ekspor beras ke sejumlah negara tetangga.
Hal ini ia sampaikan saat ditanya apakah ada rencana ekspor beras selain ke Arab Saudi.
"Ada, ya negara tetangga, Papua Nugini terus, Malaysia, Filipina," ujar Sudaryono saat ditemui di kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta Pusat, Kamis (12/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sudaryono pun mengatakan ekspor beras dilakukan karena Indonesia saat ini mempunyai produktivitas yang tinggi.
"Karena produktivitas kita kan tinggi, jadi mau enggak mau kita memang mesti ekspornya," ujarnya.
Ia menjelaskan potensi ekspor beras Indonesia sebesar 20 ribu-50 ribu ton beras.
"Potensinya bisa sampai 20 ribu bahkan bisa 50 ribu (ton). Kan intinya kan, bukan hanya ngasih makan jemaah haji dan umroh kita, tapi juga ngasih makan jemaah haji dan umroh dari negara lain jadi kita, kita eskalasi lah total yang kita ekspor," jawab Sudaryono.
Pemerintah sebelumnya mengekspor beras ke Arab Saudi sebanyak 2.280 ton dengan nilai sekitar Rp150 miliar pada akhir Februari 2026.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan alias Zulhas menyebut pengiriman ini menjadi ekspor perdana beras Indonesia ke negara tersebut.
"Untuk perdana ini kira-kira 2.000 ton, 2.280 ton ya. Nanti lanjut akan Malaysia dan lain-lain, tapi ini perdana ke Arab Saudi 2.280 ton," ujar Zulhas dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Senin (23/2) lalu.
Ia mengatakan pengiriman tahap pertama dijadwalkan mulai diberangkatkan pada 28 Februari 2026 dan akan diluncurkan secara resmi.
Ekspor tersebut merupakan hasil koordinasi lintas kementerian/lembaga, termasuk Kementerian Pertanian (Kementan), Kementerian Perdagangan (Kemendag), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta sejumlah BUMN.
(fln/sfr)