Setahun Danantara: Bank Mandiri Dukung Pemerataan Pendidikan Nasional
Menyambut usia satu tahun, Danantara Indonesia menyelenggarakan kegiatan refleksi bersama di Wisma Danantara, Jakarta, yang dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto bersama para Menteri Kabinet, serta pimpinan dan seluruh insan Danantara.
Syukuran pertama ini mengusung tema "Satu Danantara", yang mencerminkan semangat seluruh BUMN untuk bergerak dalam satu langkah bersama dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional, dan menciptakan dampak yang lebih luas bagi generasi mendatang.
Direktur Utama Bank Mandiri Riduan mengatakan, Bank Mandiri memiliki posisi sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pemerataan akses pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia nasional.
Untuk itu, Bank Mandiri berpartisipasi aktif dengan menyalurkan 6.000 paket perlengkapan sekolah kepada anak-anak di sejumlah daerah.
"Dukungan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Bank Mandiri dalam memperkuat fondasi pendidikan generasi muda, sekaligus memastikan anak-anak Indonesia memiliki sarana belajar yang lebih memadai untuk meraih masa depan yang lebih baik, serta menegaskan peran perseroan sebagai bagian dari Danantara dalam menghadirkan kontribusi nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat," tutur Riduan.
Bersamaan, Danantara juga menyerahkan simbolis 88 ribu paket perlengkapan sekolah bagi anak-anak di seluruh Indonesia sebagai wujud dukungan terhadap akses pendidikan dan persiapan Generasi Emas Indonesia.
Langkah ini sejalan dengan komitmen Danantara mengadakan berbagai inisiatif yang menegaskan bahwa hasil pembangunan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk generasi muda Indonesia. Adapun Danantara mewujudkan komitmen tersebut melalui penguatan tata kelola dan struktur pengelolaan aset negara.
CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani menyampaikan bahwa tahun pertama perjalanan Danantara difokuskan pada pembangunan fondasi kelembagaan dan tata kelola yang kuat, sekaligus memastikan bahwa arah pengelolaan investasi negara tetap berpijak pada penciptaan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
"Pengelolaan aset negara pada akhirnya harus memberikan dampak nyata bagi masa depan bangsa. Karena itu, komitmen terhadap pembangunan generasi masa depan juga menjadi bagian penting dari perjalanan Danantara Indonesia," ujarnya.
Melalui momentum satu tahun perjalanan ini, Danantara Indonesia menegaskan kembali komitmen memperkuat fondasi tata kelola, meningkatkan kualitas pengelolaan aset negara, serta mendorong investasi strategis yang memberikan dampak ekonomi dan sosial jangka panjang bagi Indonesia.
"Satu tahun pertama ini adalah fase membangun fondasi. Ke depan, fokus kami adalah memastikan fondasi tersebut diterjemahkan menjadi kinerja yang nyata, melalui tata kelola yang kuat, pengelolaan aset negara yang profesional, serta investasi strategis yang memberikan manfaat bagi perekonomian nasional dan masa depan generasi Indonesia," tutur Rosan.
Sebelumnya pada kegiatan yang sama, Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan kepada seluruh insan Danantara Indonesia mengenai pentingnya menjaga integritas, disiplin tata kelola, serta orientasi jangka panjang dalam pengelolaan aset negara guna memperkuat fondasi pembangunan ekonomi nasional.
Prabowo menegaskan bahwa Danantara Indonesia dibentuk untuk memastikan pengelolaan aset negara dilakukan secara profesional dan berorientasi pada kepentingan jangka panjang bangsa, sehingga mampu memberikan nilai tambah yang nyata bagi pembangunan nasional dan kesejahteraan masyarakat.
"Kita bersyukur Indonesia kini memiliki sebuah lembaga pengelola investasi negara yang dapat disejajarkan dengan sovereign wealth fund di tingkat global. Dalam satu tahun ini sudah terlihat bahwa dengan manajemen yang baik, tata kelola yang disiplin, serta komitmen yang kuat, kinerja pengelolaan aset negara dapat meningkat secara signifikan. Namun capaian ini baru awal. Ke depan kita harus terus memperkuat tata kelola dan meningkatkan kinerja agar pengelolaan aset negara benar-benar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat Indonesia," kata Prabowo dalam arahannya, Selasa (11/3).