Pegawai SPPG Minta Maaf Soal Status 'Rakyat Jelata Kurang Bersyukur'

CNN Indonesia
Selasa, 17 Mar 2026 15:09 WIB
Pegawai SPPG mengaku bahasa dalam status tersebut tidak pantas, serta berjanji menjadikannya pelajaran agar lebih berhati-hati saar bertindak dan komunikasi
Pegawai SPPG mengaku bahasa dalam status tersebut tidak pantas, serta berjanji menjadikannya pelajaran agar lebih berhati-hati saar bertindak dan komunikasi. (FOTO:Cahyo - Biro Pers Sekretariat Presiden).
Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) alias dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Purbalingga menyampaikan permohonan maaf usai viral di media sosial karena menyindir 'rakyat jelata kurang bersyukur' dalam status WhatsApp (WA).

"Mengenai postingan saya yang pada akhirnya membuat gaduh, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya. Saya menyadari dan mengakui bahwa apa yang telah saya tulis memanglah tidak benar," tulisnya, melansir Detikjateng.

Ia juga mengakui penggunaan bahasa dalam status tersebut tidak pantas, serta berjanji menjadikannya sebagai pelajaran agar lebih berhati-hati dalam bertindak dan berkomunikasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Adapun status WA yang ia buat berbunyi, "Peregangan sik, sebelum menghadapi komentar rakyat jelata yang kurang bersyukur," dan kemudian menyebar luas setelah diunggah ulang oleh akun media sosial lokal.

Usai menjadi sorotan publik, pegawai SPPG di Purbalingga tersebut pun kini telah dipecat.

Koordinator Wilayah SPPI Kabupaten Purbalingga Mei Sandra membenarkan kejadian tersebut. Status WA itu dibuat oleh relawan di salah satu SPPG di wilayah Purbalingga.

"Betul relawan tersebut dari salah satu SPPG di Kabupaten Purbalingga, yaitu SPPG Purbalingga Karangreja Tlahab Lor 1, Yayasan Samingah Mendidik Indonesia. Dibuat tanggal 15 Maret sekitar pukul 19.30 WIB," kata Mei.

Ia menjelaskan sebagai tindak lanjut, pegawai tersebut telah dijatuhi sanksi berupa pemberhentian serta diminta membuat video permohonan maaf kepada masyarakat.

Tindak lanjutnya adalah relawan tersebut diberi sanksi diberhentikan dari SPPG dan membuat video permohonan maaf kepada masyarakat," ujarnya.

Mei juga menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut dan menilai peristiwa itu tidak mencerminkan standar pelayanan yang seharusnya.

Menurutnya, kejadian ini akan menjadi evaluasi agar seluruh SPPG di wilayah tersebut dapat meningkatkan standar operasional prosedur (SOP) serta menjaga etika dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

[Gambas:Video CNN]

(fln/ins) Add as a preferred
source on Google