Imbas Perang AS-Israel vs Iran, India Alami Krisis LPG

CNN Indonesia
Kamis, 19 Mar 2026 10:47 WIB
India jalani krisis gas terburuk akibat konflik Timur Tengah. Kelangkaan LPG memburuk karena suplai yang terkendala pascaserangan AS-Israel yang dibalas Iran.
Ilustrasi. Petugas pengiriman memeriksa tabung gas minyak bumi cair (LPG) untuk mendeteksi kebocoran saat menurunkan tabung-tabung tersebut dari truk di titik distribusi di Mumbai pada 10 Maret 2026. (AFP/INDRANIL MUKHERJEE)
Jakarta, CNN Indonesia --

India menghadapi krisis gas terburuk dalam beberapa dekade setelah pengiriman dari Selat Hormuz hampir terhenti karena perang AS-Israel versus Iran sejak awal Ramadan atau Februari tahun ini.

Mengutip dari Reuters, India sebelumnya mengimpor lebih dari 40 persen minyak mentah dan 90 persen gas minyak cair (liquefied petroleum gas/LPG) dari Timur Tengah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sekretaris Khusus di Kementerian Perhubungan India, Rajesh Kumar Sinha, mengatakan empat kapal tanker minyak India, yang membawa total 1,6 juta metrik ton minyak mentah, enam kapal tanker yang membawa 320.000 ton LPG, dan sebuah kapal dengan 200.000 ton LPG masih tertahan di Selat Hormuz.

Pemerintah federal India telah menggunakan kekuasaan darurat yang memerintahkan penyulingan untuk memaksimalkan produksi LPG, dan memangkas penjualan ke industri untuk menghindari kekurangan bagi sekitar 333 juta rumah tangga yang tergantung padanya.

Pekan lalu, India meminta konsumen untuk menghindari pembelian panik tabung LPG dan beralih ke gas alam pipa jika memungkinkan. Sekretaris Khusus di Kementerian Perminyakan Sujata Sharma mengatakan India telah menambahkan 120.000 sambungan gas pipa baru dalam dua pekan terakhir.

Salah satu di ibu kota India, Delhi, terjadi peningkatan pemasangan jalur pipa gas (PNG) seiring kekhawatiran kelangkaan LPG akibat situasi di Timur Tengah pascaserangan AS-Israel yang dibalas Iran.

Bukan hanya PNG, pemerintah India pun mendorong penggunaan kompor listrik, terutama kepada perusahaan makanan dan perhotelan.

Menteri Pangan dan Perbekalan Sipil di Negara Bagian Karnataka, Muniyappa, mengutip dari Times of India, pada Rabu lalu mengaku di wilayahnya sudah menghadapi kekurangan akut tabung gas LPG komersial. Di negara bagian yang beribu kota Bangalore itu saat ini hanya sekitar 1.000 tabung yang tersedia untuk restoran, warung makan, hotel, dan industri.

Ia mengatakan pemerintah negara bagian telah meminta hotel dan tempat makan untuk sementara beralih ke listrik selama sepekan sementara pasokan masih terbatas. Muniyappa mengatakan pasokan LPG domestik akan terus berlanjut tanpa gangguan, dengan penggunaan rumah tangga tetap menjadi prioritas utama.

Ia menambahkan bahwa pemerintah pusat hanya mengizinkan alokasi 20 persen untuk tabung gas komersial, dibandingkan dengan kebutuhan harian sebesar 44.000.

Selain itu, negara bagian iu sedang mengatur sekitar 9.000 tabung dan memprioritaskan rumah sakit, asrama, pusat transportasi, dan sektor-sektor penting lainnya.

Sementara itu aparat kepolisian melakukan operasi atas upaya kecurangan penjualan LPG pada warga di tengah ketakutan minimnya stok.

Situasi negara lain di Asia

Selain di India, kesulitan LPG imbas konflik Timur Tengah pascaserangan AS-Israel dibalas Iran juga dialami sejumlah negara di Asia, termasuk Asia Tenggara.

Bangladesh meningkatkan pembangkit listrik tenaga batu bara dan impor listrik tenaga batu bara pada Maret ini untuk menyuplai warga dengan daya listrik yang terjaga.

Sementara itu, Pakistan bertujuan untuk lebih meningkatkan pembangkit listrik yang berasal dari sumber domestik setelah penambahan tenaga surya membantu negara itu menghindari terulangnya volatilitas pasokan LNG. Sebelumnya terbatasnya pasokan LNG  menyebabkan pemadaman listrik meluas setelah invasi Rusia ke Ukraina pada 2022 silam.

"Dengan pengurangan pembangkitan LNG, pembangkit listrik yang menggunakan batu bara yang ditambang secara lokal akan mampu menghasilkan lebih banyak listrik selama jam-jam di luar jam sibuk," kata Menteri Energi Awais Leghari kepada Reuters.

Di Asia Tenggara, Filipina meningkatkan produksi listrik tenaga batu bara dan memangkas produksi listrik tenaga LNG. Sementara itu, mengutip dari Reuters, pekan lalu Vietnam menyatkaan sedang menegosiasikan tambahan pasokan batu bara. Dan, Thailand meningkatkan produksi dari pembangkit listrik tenaga batu bara terbesarnya untuk menghemat LNG.

Sementara itu, Korea Selatan berencana untuk menghapus batasan produksi listrik tenaga batu bara dan meningkatkan produksi listrik tenaga nuklir.

Dan, perusahaan utilitas utama Jepang, JERA, mengatakan kepada Reuters pekan lalu bahwa mereka akan mempertahankan tingkat pemanfaatan pembangkit listrik tenaga batu bara yang tinggi.

(kid) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]