Airlangga Optimistis Ramadan-Lebaran Dongkrak Ekonomi Kuartal I 2026

CNN Indonesia
Sabtu, 21 Mar 2026 16:43 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto optimistis target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,5 persen tercapai pada kuartal I 2026.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto optimistis target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,5 persen tercapai pada kuartal I 2026. (ANTARA/Fathur Rochman).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto optimistis target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,5 persen tercapai pada kuartal I 2026. Hal itu ditopang oleh peningkatan konsumsi masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri 1447 H.

"Kelihatannya target 5,5 (persen) bisa dicapai dari geliat selama Ramadan kemarin," ujar Airlangga usai melaksanakan salat Idul Fitri di Jakarta, Sabtu (21/3), seperti dikutip dari Antara.

Airlangga menjelaskan, dinamika inflasi pada awal tahun ini berpotensi lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Hal itu dipengaruhi tidak adanya lagi program diskon tarif listrik sebesar 50 persen yang sempat berlaku pada Januari-Februari 2025.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tahun kemarin kan sampai bulan Februari itu ada diskon tarif listrik. Jadi itu yang membuat inflasi tahun kemarin dari segi listriknya deflasi. Tahun ini, karena enggak ada (diskon tarif listrik), berarti angkanya akan lebih tinggi," ujarnya.

Meski demikian, pemerintah tetap optimistis daya beli masyarakat terjaga seiring meningkatnya aktivitas konsumsi selama Ramadan dan Lebaran, sehingga mampu menopang pertumbuhan ekonomi.

Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 berada di kisaran 5,5 persen hingga 5,6 persen secara tahunan (year on year/yoy). Target tersebut didorong oleh percepatan belanja negara, stimulus fiskal, serta penguatan konsumsi rumah tangga.

Sejumlah kebijakan pun telah digulirkan untuk menjaga daya beli sekaligus mendorong pertumbuhan. Di antaranya insentif transportasi selama periode mudik Lebaran, berupa diskon tiket kereta api sebesar 30 persen, angkutan laut 30 persen, jasa penyeberangan 100 persen, serta potongan harga tiket pesawat sekitar 17 hingga 18 persen.

Total anggaran insentif transportasi tersebut diperkirakan mencapai Rp911,16 miliar yang bersumber dari APBN dan non-APBN.

Selain itu, pemerintah juga menyalurkan bantuan pangan senilai Rp12 triliun kepada 35,04 juta keluarga penerima manfaat. Bantuan diberikan dalam bentuk 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng untuk periode Februari hingga Maret 2026.

Di sisi lain, pemerintah turut mengalokasikan sekitar Rp55 triliun untuk pembayaran tunjangan hari raya (THR) bagi sekitar 10,5 juta aparatur negara, yang mencakup aparatur sipil negara (ASN), pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), prajurit TNI-Polri, serta para pensiunan.

[Gambas:Video CNN]

(lau/sfr) Add as a preferred
source on Google