Hari Air Sedunia, Jejak Pertamina dari Papua hingga Wilayah Bencana
PT Pertamina (Persero) terus memperkuat komitmen menghadirkan akses air bersih bagi masyarakat di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari pelosok Papua hingga daerah terdampak bencana.
Di Kampung Tambat, Merauke, Papua, keterbatasan akses air bersih selama bertahun-tahun menjadi tantangan utama bagi warga.
Saat musim kemarau tiba dan hujan tak kunjung turun, masyarakat terpaksa memanfaatkan sumur manual dengan kandungan belerang yang berisiko bagi kesehatan.
Kondisi tersebut memaksa warga memilih antara memenuhi kebutuhan air sehari-hari atau menghadapi potensi dampak kesehatan dari kualitas air yang kurang layak.
Kepala Kampung Tambat, Samuel Heremba, mengungkapkan bahwa sebelumnya masyarakat sangat bergantung pada air hujan untuk memenuhi kebutuhan air bersih.
"Dulu kami sangat mengandalkan tampungan air hujan. Ada sumur, tapi airnya mengandung belerang, kurang aman untuk digunakan," kata Samuel mengenang masa-masa sulit.
Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Pertamina menghadirkan solusi berupa pembangunan sistem sumur bor yang dilengkapi reservoir penampungan serta fasilitas penyaringan air.
Kehadiran infrastruktur tersebut memberikan perubahan signifikan bagi masyarakat setempat, terutama dalam menjamin ketersediaan air bersih yang lebih aman dan berkelanjutan.
"Kini masyarakat tidak lagi khawatir terhadap kandungan belerang atau kesulitan air saat musim kemarau. Airnya sudah jauh lebih bersih dan penampungannya sangat cukup," ujar Samuel dengan binar syukur.
Memperingati Hari Air Sedunia, 22 Maret 2026, Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menyatakan Pertamina pada awal 2026 ini telah membangun 7 titik sumur bor yang dilengkapi fasilitas filter dan pipa aliran di Merauke serta Jayapura.
Fasilitas ini kini melayani 4.585 jiwa yang sebelumnya kesulitan mengakses air layak konsumsi.
"Bagi Pertamina, inisiatif air bersih ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur fisik, melainkan upaya menjaga martabat kemanusiaan di wilayah yang paling membutuhkan," kata Baron.
"Program ini menjadi jembatan harapan agar warga di pelosok Papua hingga penyintas bencana di Sumatra bisa mulai menata hidup kembali dengan layak," ujar Baron.
Upaya serupa juga dilakukan Pertamina di wilayah Sumatra yang terdampak bencana banjir dan lumpur.
Bencana tersebut sempat mengganggu akses air bersih masyarakat, sehingga sebagian warga terpaksa menggunakan air parit dengan kualitas yang jauh dari standar kesehatan.
Merespons kondisi darurat tersebut, Pertamina bergerak cepat membangun 25 sumur baru, mereaktivasi 43 sumur warga yang terdampak, serta menyalurkan 5 juta liter air melalui truk tangki.
Langkah ini menjadi napas baru bagi lebih dari 17.000 jiwa penerima manfaat di wilayah bencana.
"Sangat membantu sekali air bersih ini. Sebelumnya kami pakai air parit. Begitu bantuan air ini masuk sekitar dua minggu setelah kejadian, kami benar-benar terbantu," ungkap Yanti, salah seorang penyintas bencana Sumatra.
Program penyediaan fasilitas air bersih ini merupakan langkah nyata Pertamina dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Fokus utamanya tertuju pada SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak), yang diperkuat dengan kontribusi pada SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui penguatan ketangguhan masyarakat terhadap bencana dan kekeringan.
Bagi warga di Merauke, Jayapura, maupun para penyintas di Sumatra, setiap tetes air jernih yang mengalir adalah bukti nyata bahwa kepedulian Pertamina hadir melayani dengan sepenuh hati, tepat hingga ke depan pintu rumah mereka.
Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Seluruh upaya tersebut sejalan dengan transformasi Pertamina yang berorientasi pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha dan lingkungan, dengan menerapkan prinsip-prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina, berkoordinasi dengan https://www.danantaraindonesia.co.id/.
(inh)