Apa Saudi Cs Punya Cara Lain Ekspor Minyak Selain Lewat Selat Hormuz?

CNN Indonesia
Rabu, 25 Mar 2026 16:15 WIB
Produsen minyak Saudi Aramco berencana memanfaatkan kapasitas penuh pipa yang menghubungkan ke Pelabuhan Yanbu Laut Merah sebesar 7 juta barel per hari. (FOTO:REUTERS/VANTOR).
Jakarta, CNN Indonesia --

Arab Saudi sebagai pengekspor minyak terbanyak di dunia melalui jalur Selat Hormuz mengalihkan pengiriman melalui pipa yang menghubungkan ke Pelabuhan Yanbu Laut Merah.

Mengutip Bloomberg, produsen minyak Saudi Aramco berencana memanfaatkan kapasitas penuh pipa tersebut sebesar 7 juta barel per hari. Namun, alternatif ini belum maksimal lantaran kapasitas Pelabuhan Yanbu hanya mampu menangani sekitar 5 juta barel per hari.

Sementara itu, alternatif jalur pipa ini juga tidak dapat terhindar dari risiko lantaran Iran telah menargetkan sebuah kilang di Yanbu. Kemudian, militan Houthi yang didukung Iran di Yaman telah mengancam akan melanjutkan serangan terhadap kapal-kapal di Laut Merah.

Lebih lanjut, Uni Emirat Arab juga memanfaatkan alternatif jalur pipa ini hingga batas tertentu untuk menghindari jalur Selat Hormuz. Namun, pelabuhan Fujairah yang terletak di ujung pipa yang menghubungkan ladang minyak Uni Emirat Arab ke Teluk Oman telah terganggu oleh serangan drone.

Iran juga telah mulai kembali mengalirkan minyak melalui pipa yang menghubungkan wilayah Kurdistan semi-otonomnya ke pelabuhan Ceyhan di Mediterania Turki. Rute ini hanya dapat mengangkut sebagian kecil dari yang biasanya diekspor negara tersebut melalui Teluk Persia.

Diketahui Selat Hormuz merupakan jalur penting bagi pasar minyak lantaran menangangi sekitar seperempat perdagangan minyak dunia. Namun, selama beberapa minggu terakhir jalur ini nyari terhenti karena eskalasi perang Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Selain itu, Arab Saudi, Irak, Iran, Kuwait, Bahrain, Qatar, dan Uni Emirat Arab merupakan negara pengekspor minyak mentah dengan jalur ini dan sebagian besar ditujukan ke negara-negara Asia.

Meski begitu, Kuwait, Qatar, dan Bahrain tidak mempunyai jalur alternatif pipa untuk mengekspor minyak mereka.

(fln/ins)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK