Menkeu Respons soal Harga Minyak Naik: BBM Jangan Diganggu Dulu

CNN Indonesia
Rabu, 25 Mar 2026 14:50 WIB
Harga minyak mentah dunia saat ini masih di kisaran US$74 per barel atau naik sekitar US$4 dari asumsi makro APBN 2026 sebesar US$70 per barel. (FOTO:CNN Indonesia/Budi Tanjung).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah belum berencana melakukan pembatasan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi meski harga minyak dunia bergejolak di tengah konflik geopolitik.

"Tidak ada, enggak ada, jangan diganggu dulu," ujar Purbaya di kantornya, Jakarta, Rabu (25/3/2026).

Ia menjelaskan, harga minyak mentah dunia saat ini masih berada di kisaran US$74 per barel atau hanya naik sekitar US$4 dari asumsi makro APBN 2026 sebesar US$70 per barel.

"Masih terlalu dini dari harga minyak baru US$74. Even untuk mengambil tindakan saja masih terlalu cepat, baru meleset US$4 dari US$70 ini," tuturnya.

Menurut Purbaya, kondisi tersebut belum cukup kuat untuk mendorong pemerintah mengubah kebijakan penyaluran BBM bersubsidi dalam waktu dekat.

Di tengah sikap pemerintah Indonesia yang masih menahan kebijakan, sejumlah negara di Asia mulai menerapkan berbagai langkah penghematan energi akibat tekanan harga minyak global.

Di Korea Selatan, pemerintah mendorong kampanye hemat energi nasional dengan membatasi penggunaan kendaraan operasional di instansi publik.

Sementara itu, Jepang mulai melepas cadangan minyak strategis untuk menjaga stabilitas pasokan energi domestik.

Langkah berbeda diambil China dengan mengintervensi harga BBM domestik guna menahan dampak lonjakan harga global.

Adapun Pakistan menerapkan kebijakan bekerja dari rumah (WFH), menutup sekolah, serta memangkas alokasi BBM untuk instansi guna menekan konsumsi.

Sejumlah negara lain seperti Thailand juga mendorong penghematan energi melalui pembatasan penggunaan pendingin ruangan dan perubahan pola kerja.

Langkah-langkah tersebut diambil di tengah meningkatnya risiko gangguan pasokan energi global, termasuk akibat tersendatnya distribusi di kawasan strategis.

(lau/ins)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK