Bos Baru OJK Janji Pulihkan Kepercayaan Investor Pasar Modal
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2026-2031 Friderica Widyasari Dewi menegaskan komitmennya untuk memulihkan kepercayaan investor di pasar modal Indonesia usai resmi dilantik.
Perempuan yang akrab disapa Kiki itu menyebut pemulihan kepercayaan publik menjadi agenda prioritas, menyusul sorotan terhadap transparansi pasar modal domestik.
"Ini tetap menjadi agenda prioritas kita untuk menjaga dan memulihkan kepercayaan publik, terutama dari sisi pasar modal serta sektor lain," ujar Kiki usai pelantikan Dewan Komisioner OJK Periode 2026-2031 di Gedung Mahkamah Agung, Rabu (25/3).
Ia menilai penguatan kepercayaan investor akan berdampak luas terhadap stabilitas sektor jasa keuangan secara keseluruhan.
Untuk itu, OJK menyiapkan sejumlah langkah, salah satunya mendorong peningkatan porsi saham beredar di publik (free float) menjadi minimal 15 persen guna meningkatkan likuiditas pasar.
Dari sisi transparansi, OJK juga mulai membuka data kepemilikan saham di atas 1 persen sejak akhir Februari 2026. Selain itu, regulator tengah mengembangkan kebijakan terkait keterbukaan pemilik manfaat akhir atau ultimate beneficial owner (UBO), serta memperluas granularitas data investor di Kustodian Sentral Efek Indonesia dari sembilan menjadi 28 subkategori.
"Data-data itu bisa memberi gambaran yang lebih jelas kepada investor, kepada kita semua yang ingin masuk ke saham tertentu," kata Kiki.
Langkah tersebut turut merespons evaluasi Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang sebelumnya menyoroti isu transparansi di pasar modal Indonesia. Sorotan itu sempat memicu volatilitas tinggi hingga penghentian sementara perdagangan (trading halt).
Selain pasar modal, jajaran baru Dewan Komisioner OJK juga berkomitmen menjaga stabilitas sistem keuangan nasional melalui pengawasan dan perizinan terintegrasi. Penegakan hukum serta perlindungan konsumen tetap menjadi fokus utama dalam menjalankan mandat lima tahun ke depan.
"Kami yakin dengan kerja sama yang solid antar anggota Dewan Komisioner OJK, kita insya Allah bisa membawa sektor jasa keuangan kita untuk semakin maju ke depan," pungkas Kiki.
(lau/ins)