Bagaimana Nasib MBG Jika Sekolah WFH Sehari Tiap Minggu?

CNN Indonesia
Jumat, 27 Mar 2026 11:22 WIB
Pemerintah tengah mengkaji penerapan WFH minimal satu hari dalam sepekan demi menghemat energi dan berpotensi diterapkan juga di sekolah-sekolah.
Pemerintah tengah mengkaji penerapan WFH minimal satu hari dalam sepekan demi menghemat energi dan berpotensi diterapkan juga di sekolah-sekolah. (Foto: CNN Indonesia/Adi Ibrahim)
Jakarta, CNN Indonesia --

Rencana penerapan work from home (WFH) satu hari dalam sepekan di instansi pemerintahan berpotensi diterapkan juga di sekolah, sehingga memunculkan pertanyaan soal penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Merespons itu, Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan skema distribusi MBG berbasis kehadiran siswa di sekolah.

Kepala BGN Dadan Hindayana menyampaikan penyaluran MBG dirancang untuk dilakukan di lokasi penerima manfaat, yakni sekolah, dengan mempertimbangkan kualitas dan efektivitas program.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Basis penyaluran MBG pada menu segar dan kehadiran penerima manfaat di lokasi terdaftar. Jadi untuk anak sekolah penyaluran di sekolah. Jika peserta didik hadir di sekolah, maka MBG akan disalurkan," kata Dadan kepada CNNIndonesia.com, Jumat (27/3).

Ia menjelaskan hal ini karena program MBG menggunakan menu segar, sehingga penyalurannya difokuskan di lokasi yang sudah ditentukan, yakni sekolah. Karena itu, kehadiran siswa menjadi penentu utama apakah bantuan tersebut dapat disalurkan.

"BGN fokus pada peningkatan kualitas dan efektivitas program," ujarnya lebih lanjut.

Artinya, apabila siswa tidak hadir di sekolah, seperti saat penerapan WFH atau belajar dari rumah, maka penyaluran MBG tidak dilakukan dan tetap sesuai skema yang telah ditetapkan.

Hingga saat ini, belum ada penjelasan lebih lanjut mengenai mekanisme alternatif distribusi MBG pada hari ketika siswa belajar dari rumah.

Pemerintah tengah mengkaji penerapan WFH minimal satu hari dalam sepekan sebagai bagian dari upaya efisiensi energi di tengah dinamika global, termasuk kenaikan harga minyak dunia.

Kebijakan tersebut telah diputuskan di tingkat pemerintah dan tinggal menunggu pengumuman resmi setelah mendapat arahan Presiden Prabowo Subianto, yang pelaksanaannya akan diumumkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Namun, penerapan WFH tidak akan berlaku untuk semua sektor. Pemerintah juga akan memilah sektor-sektor tertentu, termasuk yang membutuhkan kehadiran fisik seperti layanan publik dan kegiatan operasional lainnya.

[Gambas:Video CNN]

(del/pta) Add as a preferred
source on Google