Pertamina Tanamkan Budaya Hemat Energi dari Kantor hingga Masyarakat
PT Pertamina (Persero) menjadikan penghematan energi bukan sekadar imbauan, melainkan budaya yang diterapkan nyata di lingkungan kerja dan operasional perusahaan. Langkah ini bertujuan untuk mendorong efisiensi internal sekaligus mengajak masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan energi sehari-hari.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menyatakan bahwa inisiatif ini mendukung keberlanjutan energi nasional. Penguatan budaya hemat energi dipandang sebagai langkah strategis dalam menghadapi tantangan energi global yang dinamis.
"Gerakan bersama menghemat energi makin diperlukan untuk mendukung upaya Pemerintah dalam menjaga keberlanjutan energi di tengah dinamika geopolitik global saat ini," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (28/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kebijakan ini juga selaras dengan arahan Presiden dan Menteri ESDM soal pentingnya penggunaan BBM dan LPG secara bijak sebagai respons atas tekanan geopolitik terhadap jalur pasokan energi dunia.
Salah satu inisiatif yang diterapkan adalah mendorong pekerja beralih ke transportasi publik. Pertamina menyediakan layanan shuttle bus dari kantor menuju stasiun, halte bus, dan titik transportasi umum lainnya, memudahkan akses ke commuter line dan moda publik lainnya.
Program serupa juga berjalan di berbagai unit kerja Pertamina di daerah, dengan layanan antar-jemput ke kompleks perumahan atau titik kumpul strategis. Untuk mobilitas di dalam kota, pekerja juga didorong berbagi kendaraan kantor guna menekan penggunaan kendaraan pribadi.
Efisiensi energi turut diintegrasikan dengan gaya hidup sehat melalui program 'Sehat Bugar dan Senang' (SEBUSE). Dalam program ini, pekerja dibiasakan berjalan kaki dari kantor menuju halte atau stasiun, sementara sebagian lainnya menjalani program Bike to Work.
"Berbagai program dikembangkan Pertamina sebagai budaya di internal pekerja, sehingga selain berdampak pada kebugaran tubuh, juga menghemat energi yang jauh hari sudah dilakukan," kata Baron.
Di lingkungan kantor, pekerja didorong mematikan lampu dan peralatan listrik saat tidak digunakan. Desain gedung yang memaksimalkan penggunaan kaca memungkinkan pencahayaan alami masuk, sehingga konsumsi listrik pada siang hari dapat ditekan.
Di sisi operasional, Pertamina memanfaatkan energi terbarukan melalui pemasangan panel surya di sejumlah SPBU serta aset perkantoran dan operasional lainnya. Langkah ini menjadi bagian dari strategi transisi energi yang lebih luas.
Budaya hemat energi juga ditularkan kepada masyarakat. Salah satu program yang sedang berjalan adalah Mudik Bersama dan Balik Bersama, yang memfasilitasi masyarakat menggunakan transportasi publik secara efisien selama musim mudik.
"Bareng-bareng Mudik menjadi program rutin Pertamina. Tahun ini, Pertamina juga menyediakan empat armada bus untuk balik ke Jakarta, sehingga Pertamina turut berkontribusi untuk penghematan energi," jelas Baron.
Program Balik Bersama akan dilaksanakan serentak dari empat kota, Sabtu (28/3). Ini menjadi salah satu bentuk kontribusi langsung Pertamina dalam mengurangi konsumsi energi selama periode mudik nasional.
Untuk jangka panjang, Pertamina mengembangkan program Desa Energi Berdikari yang kini hadir di 252 titik lokasi di seluruh Indonesia. Program ini membantu masyarakat memanfaatkan energi baru terbarukan secara mandiri dan berkelanjutan.
Pertamina juga terus memperluas jaringan gas rumah tangga sebagai alternatif energi bersih yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Kedua program ini menjadi bagian dari upaya transisi energi yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Baron menekankan bahwa perubahan perilaku harus dimulai dari dalam. Hal ini sejalan dengan upaya hemat energi untuk menjaga ketersediaan energi saat ini.
"Pertamina berupaya memulai dari lingkungan internal dan keluarga pekerja, yang diharapkan dapat membangun kesadaran bersama, untuk bijak menggunakan energi sesuai kebutuhan. Gerakan hemat energi ini akan menjadi budaya yang akan memperkuat swasembada energi bangsa," pungkas dia.
Seluruh inisiatif ini merupakan bagian dari transformasi Pertamina yang berorientasi pada keberlanjutan usaha dan lingkungan melalui penerapan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis. Upaya ini dilakukan melalui koordinasi dengan Danantara Indonesia guna mendukung target Net Zero Emission 2060 dan capaian Sustainable Development Goals (SDGs).
(rir) Add
as a preferred source on Google