Harga Minyak Melesat 3% Jadi US$115 Imbas Perang Meluas ke Laut Merah

CNN Indonesia
Senin, 30 Mar 2026 10:07 WIB
Harga minyak dunia kembali melonjak ke level US$115 per barel Senin (30/3) seiring meluasnya konflik ke Laut Merah usai Houthi di Yaman menyerang Israel.
Harga minyak dunia kembali melonjak ke level US$115 per barel Senin (30/3) seiring meluasnya konflik ke Laut Merah usai Houthi di Yaman menyerang Israel. (Foto: IAN TIMBERLAKE / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Harga minyak dunia kembali melonjak ke level US$115 per barel Senin (30/3), seiring meluasnya konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat (AS), dan Israel.

Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent naik US$3,09 atau 2,74 persen menjadi US$115,66 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS juga menguat US$2,92 atau 2,93 persen ke level US$102,56 per barel, setelah melonjak 5,5 persen pada sesi sebelumnya.

Secara bulanan, Brent tercatat melonjak hingga 59 persen sepanjang bulan ini, menjadi kenaikan tertinggi dalam sejarah dan melampaui lonjakan saat Perang Teluk 1990.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kenaikan tajam ini dipicu perang Iran melawan agresi AS dan Israel, yang menyebabkan penutupan Selat Hormuz.

Konflik yang dimulai pada 28 Februari melalui serangan AS dan Israel ke Iran kini meluas ke kawasan lain. Kelompok Houthi di Yaman yang bersekutu dengan Iran melancarkan serangan pertama ke Israel pada akhir pekan, memperluas eskalasi konflik hingga ke wilayah Laut Merah.

Analis JP Morgan yang dipimpin oleh Natasha Kaneva menyebut konflik kini tidak lagi terpusat di Teluk Persia dan Selat Hormuz, tetapi telah meluas ke Laut Merah dan Bab el-Mandeb, salah satu jalur pelayaran paling krusial bagi distribusi minyak mentah dan produk olahan dunia.

Data dari perusahaan analitik Kpler menunjukkan ekspor minyak Arab Saudi yang dialihkan dari Selat Hormuz ke pelabuhan Yanbu di Laut Merah mencapai 4,658 juta barel per hari pekan lalu.

Namun, jika jalur tersebut terganggu, distribusi minyak Saudi berpotensi dialihkan melalui pipa Suez-Mediterania (SUMED) menuju Laut Mediterania.

Eskalasi konflik juga menyebabkan kerusakan pada terminal Salalah di Oman meski upaya gencatan senjata tengah diupayakan. Iran menyatakan siap merespons jika terjadi serangan darat dari AS, sembari tetap membuka peluang negosiasi.

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar mengatakan pihaknya telah membahas berbagai langkah untuk mengakhiri konflik secara permanen, termasuk kemungkinan perundingan antara AS dan Iran di Islamabad.

[Gambas:Video CNN]

(ldy/pta) Add as a preferred
source on Google