Trump Akui Ingin Rampas Minyak Iran: Ada Orang AS Bodoh Tanya Kenapa
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terang-terangan mengaku ingin merampas minyak Iran tetapi beberapa warga AS malah mempertanyakan keinginannya tersebut.
Dalam sebuah wawancara dengan Financial Times pada Minggu (30/3), Trump mengungkap kecenderungannya dalam merebut minyak Teheran saat mempertimbangkan apakah akan merebut pusat ekspor minyak Iran, Pulau Kharg.
Trump lantas menyamakan langkah potensial itu dengan ambisi AS untuk menguasai industri minyak Venezuela setelah menculik dan mendongkel Presiden Nicolas Maduro pada Januari lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sejujurnya, hal yang paling saya sukai adalah mengambil minyak Iran, tetapi ada beberapa orang bodoh di AS yang berkata, 'mengapa Anda melakukan itu?' Tapi mereka orang bodoh," kata Trump.
Ia menambahkan pasukan AS kemungkinan perlu berada di Pulau Kharg dalam jangka waktu lama.
"Mungkin kita ambil Pulau Kharg, mungkin tidak. Kita punya banyak opsi. Itu juga berarti kita harus berada di sana (di Pulau Kharg) untuk sementara waktu," pungkasnya.
Pulau Kharg merupakan pusat minyak yang menangani sekitar 90 persen ekspor minyak Teheran. Negara ini telah lama mengandalkan mintak sebagai tulang punggung ekonomi.
AS melancarkan serangan ke fasilitas militer di Pulau Kharg, Iran, pada Jumat lalu (13/3). Pulau kecil tersebut memiliki peran krusial bagi perekonomian Negeri Para Mullah.
Namun, titik penyerangan Negeri Paman Sam kala itu tidak menyasar lokasi yang berkaitan dengan perdagangan minyak.
Setelah itu, Trump sempat mengancam akan menargetkan fasilitas minyak di Pulau Kharg jika Teheran terus menghalangi kapal yang hendak melintasi Selat Hormuz.
Pulau Kharg adalah daratan karang yang luasnya sekitar sepertiga Manhattan, AS, dan terletak sekitar 25 kilometer dari pantai Iran di Teluk Persia. Warga mengenal Pulau Kharg sebagai Pulau Terlarang" karena pengawasan militer yang ketat.
Setiap hari, jutaan barel minyak mentah dari ladang utama Iran seperti Ahvaz, Marun, dan Gachsaran dialirkan melalui pipa ke pulau ini.
Menurut Reuters, Iran menyuplai sekitar 4,5 persen minyak global dengan produksi harian 3,3 juta barel minyak mentah serta 1,3 juta barel kondensat dan cairan lainnya.
Sejak lama, Pulau Kharg menjadi tulang punggung ekonomi Iran. Dokumen CIA pada 1984 menyebut fasilitas di sana sebagai yang paling vital dalam sistem minyak Iran dan operasionalnya sangat penting bagi kesejahteraan ekonomi negara.
Pemimpin oposisi Israel, Yair Lapid bahkan menyebut penghancuran terminal tersebut dapat melumpuhkan ekonomi Iran dan menjatuhkan rezim.
(pta) Add
as a preferred source on Google
