RI-Jepang Sepakat Percepat Proyek Blok Masela, Total Investasi Rp356 T
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan Indonesia dan Jepang sepakat untuk mempercepat proyek gas bumi Lapangan Abadi, Blok Masela, Maluku.
Bahlil menyampaikan itu kala mendampingi kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Tokyo, Jepang.
Ia mengaku mendapat arahan langsung dari Prabowo untuk memastikan pembahasan terkait percepatan proyek yang sudah berjalan puluhan tahun ini dilakukan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Atas arahan Bapak Presiden Prabowo, saya itu ditugaskan untuk melakukan dua hal dalam kunjungan di Jepang. Pertama adalah memastikan percepatan tentang investasi di transisi energi. Yang kedua adalah menyangkut INPEX, Blok Masela," ujar Bahlil di Tokyo mengutip siaran pers Sekretariat Presiden, Senin (30/3).
Bahlil menjelaskan proyek Blok Masela kini telah mencapai kepastian besar setelah melalui proses panjang selama puluhan tahun.
Ia menyampaikan nilai dasar pengembangan proyek (DPOD) mencapai sekitar US$20 miliar atau sekitar Rp339,9 triliun (asumsi kurs Rp16.998 per dolar AS).
Namun, ada tambahan hampir US$1 miliar untuk teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon (CCS) agar lebih ramah lingkungan. Dengan demikian, total investasinya hampir US$21 miliar atau sekitar Rp356 triliun.
"Atas arahan Bapak Presiden di tahun 2025, kami melakukan pertemuan intensif dan alhamdulillah sudah selesai, total project-nya US$20,9 miliar karena dia tambah CCS 1 miliar, DPOD-nya itu US$20 miliar. Tetapi, dengan perkembangan geopolitik yang seperti ini kemungkinan besar akan nambah. Jadi total investasi kita kurang lebih sekitar 300 triliun (rupiah) lebih," ucap dia.
Bahlil juga menyampaikan Prabowo menginstruksikan percepatan implementasi proyek itu mengingat perannya yang strategis dalam memperkuat ketahanan energi nasional.
Ia berpendapat hal itu akan memperkuat ketahanan energi Indonesia di sektor migas.
"Sekaligus menjadikan Indonesia sebagai salah satu pemain gas di dunia," ujarnya.
Selain Blok Masela, pemerintah juga memperkuat komitmen dalam mempercepat transisi menuju energi baru terbarukan.
Bahlil menyebut Indonesia akan mengoptimalkan seluruh potensi energi yang dimiliki di tengah ketidakpastian global.
"Jadi mau geotermal, mau air, mau matahari, mau angin, selama ada teknologi harganya efisien, kita akan dorong," ucap dia.
(mnf/sfr) Add
as a preferred source on Google