Selat Hormuz Lumpuh, Turki Tawarkan Pipa Darat Jadi Jalur Penyelamat

CNN Indonesia
Sabtu, 04 Apr 2026 17:30 WIB
Turki dapat memberikan alternatif dalam jangka menengah dalam menghubungkan wilayah Kaspia, Timur Tengah, dan Eropa.
Turki dapat memberikan alternatif dalam jangka menengah dalam menghubungkan wilayah Kaspia, Timur Tengah, dan Eropa. Ilustrasi (REUTERS/Dado Ruvic).
Jakarta, CNN Indonesia --

Turki menawarkan jalur pipa darat sebagai alternatif pengangkutan minyak dan gas (migas) dari Timur Tengah ke Eropa di tengah penutupan Selat Hormuz akibat perang Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran.

Menteri Energi dan Sumber Daya Alam Turki Alparslan Bayraktar menyinggung jalur alternatif melalui pipa minyak mentah Irak-Turki yang menghubungkan Kirkuk ke Ceyhan.

"Jalur ini memiliki kapasitas 1,5 juta barel. Kami dapat mengangkut 1,5 juta barel per hari melalui rute ini," katanya dilansir dari Anadolu, Sabtu (4/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Iran telah menutup Selat Hormuz dan hanya mengizinkan kapal dari negara-negara tertentu untuk melintas di jalur tersebut. Padahal, Selat Hormuz merupakan jalur vital yang dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia. Sekitar 15 juta barel minyak mentah per hari biasanya melewati jalur tersebut.

Situasi tersebut turut mendorong lonjakan harga minyak mentah dunia dari sebelumnya di kisaran US$70 menjadi US$120 per barel, atau naik hampir 70 persen. Kenaikan juga terjadi pada gas alam. Kontrak gas TTF acuan Eropa melonjak darikisaran 30 euro menjadi 60 euro hingga 70 euro.

Bayraktar mengungkapk Turki membuka peluang untuk proyek lain, termasuk pengiriman gas dari Qatar melalui pipa menuju Turki yang kemudian dapat diteruskan ke Eropa.

"Kedatangan gas Qatar ke Turki melalui pipa, dan mungkin diteruskan ke Eropa melalui Turki. Bayangkan jika fasilitas LNG anda terkena serangan, ekspor LNG anda berhenti. Anda sudah tidak bisa bergerak (melakukan pengiriman) melalui Hormuz," ujar Alparslan.

"Pertimbangkan sebuah pipa yang membawa volume gas tertentu ke Turki dan Eropa. Ini bisa menjadi proyek penting," imbuhnya.

Adapun ekspor melalui Pipa Kirkuk-Ceyhan telah kembali beroperasi sejak 17 Maret dan ditargetkan meningkat dari 170.000 barel per hari menjadi 250.000 barel per hari.

Turki sendiri memegang peran penting di distribusi gas Rusia ke Eropa. Pengiriman melalui TurkStream tercatat naik 22 persen dibandingkan Maret 2025 menjadi 55 juta meter kubik per hari.

TurkStream adalah pipa gas ekspor yang membentang dari Rusia ke Turki melintasi Laut Hitam, dengan kapasitas desain 31,5 miliar meter kubik gas per tahun. TurkStream merupakan sistem pertama yang menggunakan pipa berdiameter 81 sentimeter dan dibangun sedalam lebih dari 2 kilometer. 

Kepala Departemen Energi, Transportasi, dan Lingkungan Institut Penelitian Ekonomi Jerman, Claudia Kemfert, menyebut Turki dapat memberikan alternatif dalam jangka menengah dalam menghubungkan wilayah Kaspia, Timur Tengah, dan Eropa.

Claudia menilai keterbatasan infrastruktur membuat Turki hanya mampu mengimbangi gangguan pasokan dalam jangka pendek. Oleh karena itu, perannya sebagai koridor alternatif dinilai tetap strategis dalam jangka menengah.

[Gambas:Video CNN]

(dhz/ins) Add as a preferred
source on Google