Agrinas Borong 160 Ribu Pikap-Truk Impor China-Jepang untuk Kopdes
Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota mengungkapkan total pengadaan kendaraan operasional untuk Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih mencapai 160 ribu unit dengan anggaran sekitar Rp200 triliun yang mayoritas berasal dari impor berbagai negara.
"Kan anggarannya (pengadaan kendaraan impor untuk Kopdes) sudah dikeluarin Rp200 triliun," ujar Joao di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta Pusat, Selasa (31/3).
Ia merinci kendaraan tersebut berasal dari berbagai negara, termasuk Jepang, China, dan India. Dari Jepang, terdapat 13.600 unit dari Mitsubishi, 10 ribu unit dari Hino, serta 900 unit dari Isuzu. Sementara dari China terdapat sekitar 13 ribu unit merek Foton, dan sisanya berasal dari India.
"160 ribu itu terdiri dari 13.600 itu dari Jepang atau dari Mitsubishi. 10 ribu dari Hino dari Jepang, 900 dari Isuzu dari Jepang, Foton 13 ribu dari China, baru sisanya dari India yang datang," katanya.
Joao juga menegaskan kendaraan yang digunakan, terutama jenis penggerak empat roda (4x4) seluruhnya merupakan produk impor dan tidak diproduksi di dalam negeri.
"Semua mobil yang ada di sini kan secara ini kalau 4x4 semuanya full import. Enggak ada yang pembuatan lokal tidak ada," ujarnya.
Meski pengadaan telah dilakukan, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti jumlah unit kendaraan yang sudah masuk ke Indonesia. Menurutnya, proses pengiriman dan pemantauan dilakukan oleh tim pengadaan serta produsen masing-masing.
"Secara keseluruhan harus pasti ya, angkanya saya enggak tahu pasti juga gitu, jadi harus kita cek pastinya ya," ucapnya.
Program pengadaan kendaraan ini merupakan bagian dari dukungan operasional Kopdes Merah Putih yang ditargetkan mencapai lebih dari 80 ribu unit di seluruh Indonesia.
Setiap koperasi direncanakan mendapatkan kendaraan untuk memperlancar distribusi logistik, baik dari desa ke luar wilayah maupun sebaliknya.
Sebelumnya, Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyatakan kendaraan impor yang telah masuk akan tetap dimanfaatkan untuk koperasi yang sudah siap beroperasi. Setiap unit koperasi akan dilengkapi kendaraan seperti pikap dan truk guna mendukung aktivitas distribusi barang.
Di sisi lain, pemerintah menyatakan kebutuhan kendaraan dalam jumlah besar tersebut belum sepenuhnya dapat dipenuhi oleh industri dalam negeri, khususnya untuk kendaraan jenis 4x4. Namun, ke depan, pemenuhan kebutuhan akan diarahkan agar lebih banyak melibatkan industri otomotif nasional.
(del/ins)