Harga Naik, Impor Minyak Sawit India Anjlok ke Level Terendah 3 Bulan

CNN Indonesia
Jumat, 03 Apr 2026 04:45 WIB
Impor minyak sawit India turun tajam pada Maret 2026 seiring lonjakan harga global yang membuat pelaku industri menahan pembelian.
Impor minyak sawit India turun tajam pada Maret 2026 seiring lonjakan harga global yang membuat pelaku industri menahan pembelian. Ilustrasi (FOTO:ANTARA/Wahdi Septiawan).
Jakarta, CNN Indonesia --

Impor minyak sawit India turun tajam pada Maret 2026 seiring lonjakan harga global yang membuat pelaku industri menahan pembelian. Kondisi ini mendorong volume impor ke level terendah dalam tiga bulan terakhir.

Berdasarkan keterangan pelaku pasar, impor minyak sawit India pada Maret tercatat sekitar 689 ribu ton, turun hampir 19 persen dibandingkan Februari yang mencapai 847.689 ton. Angka ini menjadi yang terendah sejak Desember 2025.

Penurunan tersebut terjadi di tengah kenaikan harga minyak nabati tropis yang mengikuti lonjakan harga energi global.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kondisi ini membuat margin pengolahan minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) menjadi negatif, sehingga importir memilih menunda pembelian sambil menunggu koreksi harga.

Kepala eksekutif Sunvin Group Sandeep Bajoria mengatakan kenaikan harga global menjadi faktor utama turunnya impor.

"Margin pengolahan minyak sawit mentah menjadi negatif pada Maret setelah harga internasional melonjak, sehingga pembeli di India mengurangi impor," ujarnya, melansir Reuters, Kamis (2/4).

Selain minyak sawit, impor minyak kedelai (soybean oil) juga mengalami penurunan, meski lebih terbatas. Volume impor tercatat turun sekitar 3 persen menjadi 290 ribu ton. Sebaliknya, impor minyak bunga matahari justru meningkat signifikan sebesar 36,3 persen menjadi 198 ribu ton.

Secara keseluruhan, total impor minyak nabati India pada Maret turun hampir 9 persen menjadi sekitar 1,18 juta ton, level terendah sejak April 2025.

Lonjakan harga ini juga dipicu oleh kenaikan harga minyak sawit di pasar global. Kontrak berjangka minyak sawit Malaysia tercatat melonjak hampir 19,5 persen sepanjang Maret, menjadi kenaikan bulanan terbesar sejak April 2022.

Kenaikan tersebut dipengaruhi ekspektasi meningkatnya permintaan biodiesel seiring naiknya harga energi akibat konflik di Timur Tengah.

Di sisi lain, pasokan domestik India juga mulai terbantu oleh panen baru tanaman rapeseed yang turut menekan kebutuhan impor dalam jangka pendek.

Kendati demikian, penurunan impor berpotensi menguras stok dalam negeri dan mendorong kenaikan harga minyak nabati lokal. Kondisi ini diperkirakan akan membuat India kembali meningkatkan impor dalam beberapa bulan ke depan untuk mengisi kembali persediaan.

Sebagai importir minyak nabati terbesar di dunia, India selama ini mengandalkan pasokan minyak sawit dari Indonesia dan Malaysia, sementara minyak kedelai dan bunga matahari dipasok dari negara seperti Argentina, Brasil, Rusia, dan Ukraina.

[Gambas:Video CNN]

(del/ins) Add as a preferred
source on Google