Misbakhun: Jangan Bandingkan RI dengan Thailand-Filipina soal BBM

CNN Indonesia
Kamis, 02 Apr 2026 22:15 WIB
Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menilai keputusan Pemerintah Indonesia tidak menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di tengah perang AS-Israel dengan Iran tak dapat disamakan dengan kebijakan Thailand dan Filipina yang memilih menaikkan harga. (ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menilai keputusan Pemerintah Indonesia tidak menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di tengah perang AS-Israel dengan Iran tak dapat disamakan dengan kebijakan Thailand dan Filipina yang memilih menaikkan harga.

Menurut Misbakhun, Thailand dan Filipina yang sama-sama berada di kawasan Asia Tenggara tidak memiliki sumber daya alam sebagus Indonesia.

"Jangan bandingkan Indonesia dengan Thailand dan Filipina. Mereka tidak punya resources (sumber daya alam) sebagus Indonesia," katanya dalam acara Economic with Rully Kurniawan, Kamis (2/4).

Ia mengatakan, Indonesia kaya akan komoditas seperti batubara, minyak kelapa sawit, nikel, aluminium, tembaga, hingga yang komoditas pertanian seperti karet dan kopi.

Dengan kekayaan tersebut, Misbakhun menilai Indonesia memiliki keuntungan yang dapat dinikmati. Sebab, berdasarkan sejarah, ia menyebut jika harga minyak mentah dunia naik, komoditas lain juga akan ikut naik harganya.

Politikus Partai Golkar itu menyebut Indonesia mempunyai potensi windfall revenue yang sangat besar, yang bisa dikompensasi apabila pemerintah bisa menghitung secara detail berapa kenaikan batubara, emas, tembaga, nikel, serta minyak kelapa sawit di pasar dunia.

"Sehingga, penerimaan kita di-revenue perpajakan itu akan memberikan kompensasi," ujar Misbakhun.

Misbakhun menyebut Thailand dan Filipina akan langsung menghadapi situasi sulit ketika mendapat tekanan dari kenaikan harga BBM.

(fra/daz/fra)


Saksikan Video di Bawah Ini:

Momen Prabowo Tiba di Jepang Jumpa PM Sanae

KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK