Hitungan Amran: Stok Beras 4,6 Juta Ton Cukup untuk 11 Bulan

CNN Indonesia
Selasa, 07 Apr 2026 21:45 WIB
Amran mengungkap stok beras nasional saat ini hampir mencapai 4,6 juta ton dan dinilai aman untuk kebutuhan hingga 10-11 bulan ke depan. (FOTO:CNN Indonesia/Dela Naufalia).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkap stok beras nasional saat ini hampir mencapai 4,6 juta ton dan dinilai aman untuk kebutuhan hingga 10-11 bulan ke depan.

Amran menjelaskan, produksi beras dari 2024 sebesar 30,62 juta ton meningkat 4,07 juta ton menjadi 34,69 juta ton pada 2025. Ini bertepatan dengan momen Indonesia resmi swasembada beras.

Lalu, stok beras yang tersimpan di Perum Bulog tercatat sebesar 4.586.009 ton. Rinciannya, Cadangan Beras Pemerintah (CBP) mencapai 4.399.519 ton, sedangkan stok beras komersial Bulog sebesar 23.346 ton.

Saat ini, selain berada di tengah ancaman krisis pangan global, Indonesia menghadapi potensi kemarau panjang akibat fenomena El Nino yang disebutnya sebagai "El Nino Godzilla".

Merujuk data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau 2026 diprediksi mulai April dari Nusa Tenggara Timur dan menyebar ke wilayah lain dengan puncak kemarau pada Agustus.

"Kondisi stok beras nasional di Indonesia dipastikan aman untuk 10-11 bulan ke depan, di sisi lain El Nino diperkirakan 6 bulan. Jadi, insyaallah (stok) pangan kita aman," kata Amran dalam rapat bersama Komisi IV DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/4).

Ia menambahkan realisasi pengadaan beras dari petani lokal sejauh ini sepanjang 2026 mencapai 1.638.276 ton untuk CBP dan 22.782 ton untuk beras komersial.

Amran juga memastikan tahun ini tidak ada impor beras konsumsi. Impor yang ada hanya beras khusus serta sisa impor beras industri 2025 yang terealisasi pada Januari 2026.

Sementara itu, penyaluran beras sepanjang 2026 meliputi program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebesar 66.463 ton, bantuan pangan beras Februari-Maret tercatat 32.146 ton, serta penyaluran untuk bencana dan keadaan darurat sebesar 11.184 ton.

(dhz/ins)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK