Bos BGN Bersuara soal Viral Motor Listrik untuk MBG

CNN Indonesia
Kamis, 09 Apr 2026 18:10 WIB
BGN menjelaskan meski pengadaan motor listrik masuk dalam perencanaan anggaran 2025, realisasi pengadaan secara administratif dan keuangan berlangsung di 2026.
BGN menjelaskan meski pengadaan motor listrik masuk dalam perencanaan anggaran 2025, realisasi pengadaan secara administratif dan keuangan berlangsung di 2026. (FOTO:ANTARA/Aditya Pradana putra).
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan penjelasan komprehensif soal viralnya video sepeda motor berlogo BGN di media sosial.

Kepala BGN Dadan Hindayana menyampaikan meski pengadaan motor listrik masuk ke dalam perencanaan anggaran 2025, realisasi pengadaan secara administratif dan keuangan berlangsung pada 2026. Hal tersebut karena proses akhir anggaran yang telah melalui mekanisme resmi pemerintah.

"Pada akhir tahun 2025, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) telah mengajukan SPM sehingga anggarannya masuk dalam RPATA atau Rekening Penampungan Akhir Tahun Anggaran. Mekanisme ini sesuai PMK 84 Tahun 2025, di mana pembayaran dilakukan dalam dua tahap: termin 1 atas terselesaikannya 60 persen unit dan termin 2 untuk penyelesaian hingga 100 persen unit," jelas Dadan dalam keterangan resmi tertulis di Jakarta, Selasa (7/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dadan menambahkan penyedia hanya sanggup menyelesaikan 85,01 persen atau sebanyak 21.801 unit dari 25.644 unit yang dikontrakkan hingga akhir masa pemberian kesempatan pada 20 Maret 2026.

"Sisa dana yang telah ditampung dikembalikan ke kas negara dengan penihilan RPATA bersamaan dengan pembayaran tahap 2," ujarnya.

Lebih lanjut, BGN menekankan seluruh unit motor yang diproduksi merupakan hasil karya dalam negeri dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) mencapai 48,5 persen. Adapun produksi dilakukan di fasilitas manufaktur yang berlokasi di Citeureup, Jawa Barat.

"Ini adalah bagian dari upaya kami untuk tidak hanya mendukung operasional program, tetapi juga mendorong industri nasional melalui penggunaan produk dalam negeri dengan TKDN yang signifikan," tambah Dadan.

Sebelumnya, Kepala BGN Dadan Hindayana menjelaskan pengadaan motor listrik tersebut merupakan bagian dari anggaran 2025 yang ditujukan untuk mendukung operasional program MBG, khususnya bagi Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

"Pengadaan motor ini memang masuk dalam anggaran 2025. Fungsinya untuk mendukung operasional Kepala SPPG," ujar Dadan.

Ia menambahkan motor listrik tersebut belum didistribusikan dan masih dalam proses administrasi sebagai Barang Milik Negara (BMN).

Dadan juga membantah kabar yang menyebut jumlah pengadaan mencapai 70 ribu unit. Ia menegaskan realisasi pengadaan motor listrik sebanyak 21.801 unit dari total 25 ribu unit yang direncanakan.

"Informasi 70 ribu unit itu tidak benar. Realisasi total motor listrik sebanyak 21.801 unit dari 25 ribu unit yang dipesan di tahun 2025," pungkas Dadan.

(fln/ins) Add as a preferred
source on Google