Krisis Timteng, Stabil Harga BBM, dan Asa Para Pencari Nafkah Ibu Kota

CNN Indonesia
Senin, 13 Apr 2026 09:00 WIB
Aktivias SPBU Pertamina di kawasan Jakarta Timur. Harga BBM di Indonesia tidak naik di tengah krisis timur tengah. Foto: CNN Indonesia/Safir Makki
Jakarta, CNN Indonesia --

Penutupan Selat Hormuz, Iran imbas perang dengan Amerika Serikat berpengaruh ke ekonomi global. Sektor energi yang paling terdampak parah karena sekitar 25 persen distribusi minyak dunia melewati selat ini.

Semua negara terdampak termasuk Indonesia. Hampir semua negara memutar otak untuk menjaga ketersediaan BBM. Berbagai langkah ditempuh termasuk efisiensi menghemat BBM.

Di tengah tantangan sektor energi ini, pemerintah memilih untuk tidak menaikkan harga BBM terutama yang bersubsidi. Pasokan juga tetap dijaga agar mobilisasi warga tidak terganggu.

Warga mengapresiasi positif upaya dan keputusan pemerintah ini. Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menjamin harga BBM bersubsidi tidak akan naik sampai akhir tahun. Sementara untuk BBM non-subsidi, Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan masih dalam pembahasan.

Keputusan pemerintah untuk tidak menaikkan harga BBM bersubsidi disambut gembira warga. Terutama mereka yang sehari-hari mengandalkan kendaraan bermotor untuk mencari nafkah atau untuk pergi bekerja di kawasa DKI Jakarta.

Febrynos, Kurir paket online

Seorang kurir paket, Febrynos bersyukur harga BBM tetap di tengah banyak negara harus menaikkan harga.

"Kalau dari saya sebagai kurir sih (kebijakan harga BBM tidak naik) tepat ya," kata Febrynos, Rabu (8/4).

Ia sehari-hari mengendarai sepeda motor untuk mengantarkan puluhan paket ke tangan pembeli. Penghasilannya berdasarkan paket yang berhasil dikirim atau sampai ke pemesan.

Jika paket gagal diterima atau dibatalkan pembeli, kurir tidak mendapatkan bayaran meski sudah keluar uang untuk membeli BBM untuk ke lokasi.

Ia tak bisa membayangkan jika ada kenaikan harga BBM sementara tidak ada penyesuaian jasa tarif pengiriman paket.

Febrynos mengaku dalam sehari minimal ia mengisi BBM jenis pertamax dua liter, kadang lebih. Sesekali ia mengisi pertalite.

Menurutnya karena intensitas pemakaian motornya yang sering, BBM dengan ron lebih tinggi seperti pertamax dipilihnya.

"Empat hari Pertamax, dua hari Pertalite. Soalnya motor saya kan motor capek mas. Istirahatnya kalau saya libur saja sama kalau saya istirahat makan," katanya.

Febrynos sadar jika konflik di Iran bisa membuat harga BBM naik. Menurutnya hal tersebut tidak bisa terhindarkan jika perang berlarut-larut.

Jika nanti harga naik, mau tidak mau ia akan mengurangi penggunaan sepeda motor saat tidak bekerja. Misalnya menggunakan sepeda untuk menuju tempat yang dekat. Selain itu setelah bekerja mengantar paket, Febrynos mengaku bakal lebih banyak di rumah ketimbang jalan-jalan yang menghabiskan bensin motor.

Namun BBM untuk kebutuhan pekerjaan mengantar paket, menurutnya hal ini tetap dibutuhkan.

Ia berharap sebagai kurir ia mendapat keringanan untuk mendapatkan sepeda motor listrik yang pembayarannya bisa dicicil setiap bulan.

"Bisa buat hemat dan mengurangi pengisian BBM," kata Febrynos.

Gani, driver ojol

Seorang driver ojek online Gani juga mengaku memaklumi jika suatu saat harga BBM harus naik. Hal ini menurutnya susah dihindari karena krisis energi imbas perang Iran.

Ia berharap suatu saat jika memang harga BBM terpaksa harus dinaikan, tarif ojek online juga harus disesuaikan.

"Mau enggak mau ya. Yang penting kenaikan harganya harus diikuti dengan kenaikan tarif ojek online," katanya.

Gani adalah pengguna pertalite, BBM yang disubsidi. Ia bersyukur tak ada kenaikan harga hingga saat ini.

"Bagus. Pemerintah masih pro rakyat walaupun kita lihat lagi ada perang," katanya.

Karena bergantung pada kendaraan untuk mencari nafkah, Gani mengaku tak bisa menentukan apakah harus hemat menggunakan BBM atau tidak.

Hal yang bisa dilakukannya adalah saat ini adalah menggunakan kendaraan seperlunya saja. Tak perlu banyak-banyak keluar atau jalan-jalan jika tidak penting. Sepeda motor baginya adalah alat mencari nafkah untuk keluarga.

"Pakai kendaraan seperlunya aja. Enggak usah keluar kalau enggak perlu" kata Gani.

Paung Pahruri, ojek pangkalan

Rasa syukur juga terlontar dari mulut Paung Pahruri, tukang ojek pangkalan di kawasan Gambir, Jakarta Pusat. Baginya, BBM adalah kebutuhan vital.

"Enggak jadi naik. Alhamdulillah syukur," kata Paung.

Apalagi penarik ojek sejak 1995 ini konsumen setia pertalite. Alasannya tentu harganya yang pas buat orang seperti dirinya.

Meski begitu kalau sedang buru-buru, ia lebih memilih mengisi pertamax karena biasanya antrean pertalite cukup panjang.

Bagaimana jika kelak harga BBM naik?

Paung menjawab hanya bisa menerima. Yang penting menurutnya, ekonomi baik-baik saja dan ia masih bisa mencari nafkah. Selain itu ia berharap pasokan BBM tetap terjaga.

"Yang penting masih bisa dibeli. Kita masih sehat, (BBM) masih bisa cari. Yang penting prioritas utamanya badan sehat dulu lah," kata Paung.

Logika Paung sederhana, selama setiap hari ada yang menggunakan jasanya, ia akan mendapatkan rejeki. Ada yang harus disisihkannya untuk membeli bensin sebagai kebutuhan operasionalnya. Karena itu ia menekankan pentingnya ketersediaan pasokan BBM.

Bima, pekerja swasta

Seorang pekerja swasta bernama Bima juga menyambut baik keputusan pemerintah tak menaikkan harga. Pria yang sehari-hari bepergian menggunakan motor itu menekankan pentingnya memastikan ketersediaan stok BBM dalam negeri.

"Dipastikan kita punya stok yang banyak dan perkiraan pemerintah sampai perang ini selesai, stok kita tercukupi," kata Bima.

Bima mengaku tidak mempermasalahkan jika kelak harga BBM naik. Menurut dia, penyesuaian mengikuti perkembangan harga minyak mentah dunia justru lebih baik agar Indonesia tidak kewalahan ke depannya.

"Dari pada kita keteteran sendiri, lebih baik kita ikuti harga dunia karena seluruh dunia juga naik. Jadi saya enggak masalah kalau naik," katanya.

Bima menyebut akan lebih banyak menggunakan transportasi umum jika harga BBM naik. Ia juga berencana mengurangi aktivitas bepergian ke luar rumah.

Baik Febryno, Paung, Gani dan Bima sama-sama paham konflik di Timur Tengah antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran yang memicu kenaikan harga minyak mentah dunia akibat penutupan Selat Hormuz.

Kenaikan harga minyak global tersebut telah mendorong sejumlah negara menaikkan harga BBM. Namun, kondisi itu tidak terjadi di Indonesia.

Mereka mengaku mengikuti berita mengenai perang di Iran dari media dan media sosial. Meski tidak mencermati secara rinci, tetapi memahami bahwa persoalan minyak dunia dipengaruhi oleh penutupan Selat Hormuz.

Berantas Penimbunan BBM

Di masa krisis energi ini aksi penimbunan BBM juga harus diwaspadai. Baru-baru ini banyak diungkap kasus penimbunan di berbagai daerah.

Wakil Kepala Bareskrim Polri Irjen Nunung Syaifuddin mengatakan Polri akan menindak tegas para pelaku penimbunan BBM dan LPG bersubsidi.

"Untuk para pelaku, kamu nekat, saya sikat. Kami tidak main-main," kata Nunung.

Beberapa kasus penimbunan yang diungkap misalnya di Kalimantan Timur saat Polda menyita 3.050 liter Pertalite dan 2.230 liter solar.

Sementara Polda Maluku menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus penimbunan dan pengoplosan BBM di Kota Ambon. Barang bukti yang diamankan sekitar 1,2 ton BBM berbagai jenis.

Di Lampung diungkap kasus tiga gudang penimbunan dan pengoplosan BBM solar. Polisi juga menggerebek tempat penimbunan BBM solar subsidi di Kramatwatu, Serang, Banten.

PT Pertamina Patra Niaga mengapresiasi langkah Bareskrim Polri dalam mengungkap dugaan tindak pidana penyalahgunaan BBM dan LPG.

Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga Eko Ricky Susanto mengatakan subsidi harus disalurkan sesuai peruntukannya agar benar-benar diterima masyarakat yang berhak.

"Kami sangat berterima kasih dan mendukung upaya-upaya Kepolisian Republik Indonesia dan juga TNI dalam hal menindak tegas dan mendukung penuh proses penegakan hukum terhadap pihak-pihak maupun oknum yang terlibat dalam praktik ilegal," katanya.

Penimbunan BBM apalagi di saat krisis saat ini sama saja mengambil hak masyarakat, terutama warga yang membutuhkan BBM bersubdi.

Harga BBM tetap

Sebelumnya Pertamina menegaskan komitmennya dalam menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat. Pertamina mengikuti arahan kebijakan Pemerintah untuk tidak ada penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM), baik non-subsidi maupun bbm bersubsidi.

Pertamina terus melakukan berbagai langkah strategis guna memastikan distribusi energi berjalan optimal.

Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan panic buying karena pasokan dan distribusi sudah dijamin. 

Pertamina menegaskan penggunaan energi yang hemat dan bertanggung jawab menjadi salah satu kunci dalam menjaga ketahanan energi nasional.

Tips mengemudi hemat BBM

Selain mengurangi kendaraan pribadi, hemat BBM juga bisa dilakukan dengan teknik berkendara yang benar.

Pengamat Keselamatan Berkendara, sekaligus Pendiri dan Instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu menyatakan cara berkendara yang tepat tak hanya berdampak pada keselamatan, tetapi juga pada konsumsi BBM.

Jusri mencatat ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menghemat BBM dalam berkendara. Pertama hindari akselerasi dan pengereman mendadak. Saat ingin menambah kecepatan, sebaiknya gas ditarik secara bertahap. Akselerasi yang agresif membuat konsumsi BBM meningkat.

"Hal serupa berlaku saat mengerem, melepas gas lebih awal dapat membantu kendaraan melambat secara alami tanpa membuang banyak bahan bakar," kata Jusri.

Jusri menyarankan pengemudi untuk menjaga kecepatan tetap stabil. Berkendara dengan kecepatan konstan membuat kerja mesin lebih efisien.

Jangan bebani kendaraan dengan barang-barang berlebih. Semakin berat beban kendaraan, semakin besar tenaga yang dibutuhkan untuk bergerak. 

Ia mengingatkan untuk melakukan perawatan berkala dan manfaatkan fitur kendaraan. Servis rutin memastikan kondisi mesin tetap optimal dan juga berpengaruh pada tingkat konsumsi bbm.

(ryh/dhz/sur)


Saksikan Video di Bawah Ini:

Momen Prabowo Tiba di Jepang Jumpa PM Sanae

KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK