IEA-IMF-Bank Dunia Kompak Ingatkan Harga BBM dan Pupuk Bisa Meroket

CNN Indonesia
Selasa, 14 Apr 2026 10:45 WIB
Ketiga lembaga menyatakan gangguan rantai pasok dan kerusakan infrastruktur imbas perang menjadi faktor utama yang menahan pemulihan harga komoditas global.
Ketiga lembaga menyatakan gangguan rantai pasok dan kerusakan infrastruktur imbas perang menjadi faktor utama yang menahan pemulihan harga komoditas global. Ilustrasi (AFP/STEFANI REYNOLDS).
Jakarta, CNN Indonesia --

International Energy Agency (IEA), International Monetary Fund (IMF), dan World Bank Group memperingatkan harga bahan bakar dan pupuk global berpotensi tetap tinggi dalam waktu lebih lama, meski arus pengiriman melalui Selat Hormuz kembali normal.

Ketiga lembaga tersebut menyatakan gangguan rantai pasok dan kerusakan infrastruktur akibat perang di Timur Tengah menjadi faktor utama yang menahan pemulihan harga komoditas global, melansir Anadolu Agency.

Dalam pernyataan bersama, mereka menyebut dampak konflik tersebut bersifat luas dan tidak merata, terutama membebani negara-negara pengimpor energi, khususnya negara berpendapatan rendah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dampak perang ini signifikan, berskala global, dan sangat tidak merata," menurut pernyataan bersama, dilansir Selasa (14/4).

Ketiga lembaga menilai lonjakan harga minyak, gas, dan pupuk akibat konflik telah meningkatkan kekhawatiran terhadap ketahanan pangan serta potensi kehilangan lapangan kerja di berbagai negara.

Di sisi lain, sejumlah negara produsen energi di kawasan juga dilaporkan mengalami penurunan tajam pendapatan ekspor.

[Gambas:Youtube]

Mereka juga mengingatkan bahwa arus pengiriman melalui Selat Hormuz hingga kini belum sepenuhnya pulih. Bahkan jika jalur tersebut kembali normal, pemulihan pasokan global diperkirakan membutuhkan waktu.

"Bahkan setelah arus kembali normal, diperlukan waktu bagi pasokan komoditas global untuk kembali ke level sebelum konflik," tulis pernyataan itu.

Gangguan pasokan bahan baku penting juga dinilai berpotensi merembet ke sektor lain, termasuk energi dan pangan. Selain itu, dampak sosial-ekonomi seperti pengangguran, penurunan aktivitas perjalanan, serta pariwisata diperkirakan tidak akan cepat pulih.

Ketiga lembaga tersebut menyatakan tengah memperkuat koordinasi untuk membantu negara-negara terdampak melalui rekomendasi kebijakan dan dukungan pembiayaan.

"Tim kami bekerja sama secara erat, termasuk di tingkat negara, untuk memberikan saran kebijakan yang disesuaikan serta dukungan keuangan jika diperlukan," tulis mereka.

Ke depan, International Energy Agency, International Monetary Fund, dan World Bank Group menyatakan akan terus memantau dampak konflik terhadap pasar energi dan ekonomi global, serta mengoordinasikan respons guna mendukung pemulihan yang lebih tangguh.

"Kami akan terus memantau dan menilai dampak perang terhadap pasar energi, ekonomi global, dan masing-masing negara, serta mengoordinasikan respons dan dukungan bagi negara anggota," demikian pernyataan tersebut.

(lau/ins) Add as a preferred
source on Google